BUNDESLIGA
Minggu, 11 November 2018 – 00:30 WIB
Borussia Dortmund FC Bayern München

Expression of Love - Episode 1

Expression of Love
(Episode 1)


Expression of Love

Informasi
Judul:
Expression of Love
(Episode 1 - Pertemuan Suzy dengan Fery)
Pembuat:
Beny Oki
Genre:
Drama, Persahabatan
Rating:
T dan PG
Prolog:
Kisah ini menceritakan tentang liburan yang dilakukan oleh Suzy—wanita asal Korea Selatan—ke Indonesia. Awalnya Suzy akan berlibur ke Bali, namun sebuah kesalahan tiket pesawat akhirnya membuatnya menuju ke Yogyakarta. Suzy pun tidak menyadari akan hal ini. Setelah mendarat di Bandara Adisucipto, dia bingung harus mencari arah tujuan sebab penerbangan ke Bali untuk sementara waktu ditutup. Penutupan tersebut dilakukan karena sedang berlangsung pertemuan bilateral antar-negara di kawasan ASEAN.

Sebuah kejadian tidak menyenangkan pun dialami Suzy di dekat bandara. Barang berharga miliknya semuanya dirampas oleh seseorang yang tidak dikenal. Suzy mencoba mengejar, namun hanya berakhir sia-sia. Laju larinya tidak cukup untuk mengimbangi. Tidak lama setelah itu seorang pemuda bernama Fery datang menghampirinya. Dia mengetahui jika Suzy sedang mengalami masalah besar. Dari sanalah awal pertemuan antara Suzy dan Fery. Saat ini Suzy tidak memiliki sesuatu yang dibawa, semua barangnya telah dirampas. Fery merasa kasihan terhadapnya, kemudian dia mengajak ke rumahnya dan memberi tempat untuk menginap.

Sesampainya di rumah, seorang wanita memarahinya. Dia bernama Park Shin-Hye yang tidak lain dan tidak bukan adalah kakaknya. Shin (panggilan akrabnya) memarahinya karena telah membawa seorang wanita yang tidak dikenal untuk menginap. Namun, beberapa waktu kemudian akhirnya Shin bisa menerima keberadaan Suzy.

Fery memiliki seorang sahabat bernama Budi. Dia merupakan sahabat terbaik yang dimilikinya. Kedatangan Suzy justru memecah belah persahabatan mereka berdua. Selama ini Fery memendam rasa suka terhadap Suzy. Namun, di sisi lain, Budi juga demikian.
Pemeran:
Fery Fery Santoso Aji
(Sebagai Fery)
Budi Darmawan Budi
(Sebagai Budi)
Suzy Suzy (Miss A)
(Sebagai Suzy)
Park Shin-Hye Park Shin-Hye
(Sebagai Shin)


Seoul, Korea Selatan.

Hembusan angin telah mengibaskan rambut panjang nan indah dari seorang wanita cantik bernama Suzy. Musim panas di Korea Selatan seakan membuatnya merasa bosan. Dia mulai berpikir untuk merencanakan liburan ke suatu tempat, namun sampai saat ini belum diputuskan. Kebetulan Suzy telah mengambil cuti kerja selama satu pekan. Jadi, selama satu pekan ke depan dirinya bebas melakukan sesuatu, termasuk untuk berlibur. Suzy berpikir jika berlibur di negaranya pasti akan terasa bosan. Dia pun akhirnya memilih berlibur ke salah satu negara tropis, yakni Indonesia. Suzy memiliki teman di Indonesia, tepatnya di Bali. Temannya tersebut bekerja di sebuah restoran cepat saji.

Keesokan harinya, Suzy sudah berada di Bandara Incheon, Seoul, Korea Selatan dan siap untuk pergi menuju ke Indonesia dengan maskapai penerbangan Korean Airlines. Sebelumnya satu tiket sudah dipesan melalui jasa booking tiket pesawat. Di balik itu semua, ternyata tiket miliknya tidak dilihat secara teliti. Di sana tertulis rute penerbangan dari Seoul menuju Yogyakarta. Suzy baru sadar akan hal ini ketika pesawat yang ditumpanginya sudah lepas landas. Dalam hati, Suzy berkata, “Ya, ampun ... sepertinya aku salah rute.”

Rasa panik kini muncul di benaknya. Di sampingya telah duduk wanita paruh baya yang sedang mendengarkan musik melalui headseat. Suzy mencoba memberanikan diri untuk bertanya. Tangannya gemetar ketika akan menepuk pundak seseorang di sampingnya.

Tangan Suzy menepuk perlahan. “Maaf, bolehkah saya bertanya?”

Wanita paruh baya di sampingya tidak langsung merespon lantaran sedang asyik menikmati alunan lagu. Suzy terus menepuk pundak perlahan tanpa harus membuatnya kaget. “Maaf, Bu. Bolehkah saya bertanya?”

Wanita di sampingnya pun kemudian terkaget ketika Suzy menepuk pundaknya. “Eh, ada apa?”

“Maaf, Bu. Saya ingin bertanya rute penerbangan kita ini.” Suzy dengan halusnya bertanya demikian, sembari memasang raut wajah tersenyum. “Sepertinya saya telah salah naik pesawat.”

Wanita di samping Suzy menjawab, “Oh, cantiknya. Nak, kita sedang terbang menuju ke Yogyakarta.”

Suzy memalingkan pandangannya ke arah lain. “Aduh ....”

Betapa terkejutnya Suzy saat tahu akan hal ini. Mau tidak mau dirinya harus mengikuti rute penerbangan dari Seoul menuju ke Yogyakarta. Dia berharap nanti bisa terbang lagi dari Yogyakarta menuju ke Bali. Setelah beberapa lama terbang di udara, Korean Airlines kini bersiap untuk mendarat. Para penumpang sudah diberi tahu tentang hal ini.

Yogyakarta, Indonesia.

Suzy menginjakkan kaki di tanah Yogyakarta. Tidak lupa dia memakai kacamata berwarna hitam gelap untuk melindungi matanya dari paparan sinar matahari. Cuaca di Indonesia saat ini tidak begitu jauh berbeda dengan di Korea Selatan yang sedang mengalami musim panas. Suzy tidak ingin berlama-lama di Yogyakarta sebab dirinya harus segera terbang ke Bali. Namun, ternyata penerbangan menuju ke Bali harus ditutup kurang lebih selama tiga hari dikarenakan sedang berlangsung pertemuan bilateral antar-negara di kawasan ASEAN. Rasa bingung mulai menyelimuti pikirannya. Suzy kemudian berinisiatif untuk mencari hotel untuk menginap.

“Ini adalah liburan mencengangkan dalam hidupku,” ucap Suzy dalam hati. Dia perlahan berjalan mencari taksi yang bersedia mengantarnya menuju ke hotel terbaik di Yogyakarta.

Tanpa sadar, Suzy telah diikuti oleh seorang pria misterius yang tampil mencurigakan. Pria tersebut kurang lebih berusia 25 tahun. Dia berjalan perlahan sembari mengamati tas yang dibawa Suzy. Sang pria mulai berjalan mendekat, tangannya bersiap mengambil tas. Dengan sekejap, barang bawaan milik Suzy diambil oleh pria misterius tersebut. Sang pria berlari dengan cepat sehingga bisa menjauh dan melarikan diri. Suzy mencoba mengejar sambil bertariak-teriak meminta pertolongan. “Tolong ....”

Sembari meneteskan air mata, Suzy duduk di sebuah kursi di pinggir jalan. Orang-orang mencoba mengejar, namun laju lari penjambret terlalu cepat. Kini Suzy tidak memiliki apa-apa lagi. Barang berharga yang dibawanya telah raib dirampas. Dia tidak tahu arah dan tujuan untuk saat ini. Orang-orang di sekitarnya kini mulai pergi meninggalkannya. Tidak lama setelah itu datanglah seorang pria dengan memakai kemeja rapi datang menghampiri Suzy. Sang pria memanggil, “Hei!”

Suzy menoleh, dipandanginya pria yang memanggilnya. Kedua matanya seakan berkaca-kaca ketika melihat seorang pria yang mencoba mengulurkan tangan kanannya. Suzy tidak ingin mengambil risiko. Dia memutuskan untuk menjaga jarak aman dengan sang pria. Kejadian hari ini akan menjadi bahan pelajaran berharga untuknya agar tidak mudah menerima keberadaan orang yang baru dikenalnya. Sebuah nama tertulis ‘Fery SA’ di kemeja yang dikenakan sang pria. Suzy membentak, mencoba menghindar. “Tolong jangan mendekatiku!”

“Eh, tunggu dulu,”–tangan sang pria memegang tangan kiri Suzy ketika mencoba berlari–“aku ini orang baik-baik.”

“Lepaskan ....” Suzy masih mencoba melepaskan tangan sang pria.

Sang pria mencoba menjelaskan kepada Suzy. Dia dengan tegas akan membantunya. “Tolong dengarkan aku, nona! Namaku Fery. Aku mencoba menolongmu. Kamu berada di sini sendirian tidak aman.”

Suzy saat ini merasa lebih tenang. Air mata yang berlinang, perlahan diusapnya. “Maafkan aku.”

Sang pria yang kini dikenal dengan nama Fery mengusap-usap pundak Suzy untuk menenangkannya. Dia tersenyum tipis. “Aku tadi melihatmu dari arah kejauhan. Jambret tadi sepertinya sangat cepat melancarkan aksinya. Aku sedih melihatmu mengalami hal ini.”

Fery mengajak Suzy duduk di sebuah kursi di pinggir jalan. Dia memberanikan diri untuk mencari tahu identitas wanita yang ditemuinya. “Maaf sebelumnya, siapa namamu?”

Suzy membalas, “Namaku Suzy.”

“Sepertinya kamu bukan orang sini, ya?” Fery kembali bertanya. Awalnya dia penasaran dengan Suzy yang penampilannya seperti orang Korea.

“Iya, aku dari Korea Selatan,”–pandangan Suzy teralihkan ke langit–“sebenarnya aku akan ke Bali, tapi aku salah membeli tiket pesawat. Jadinya aku justru terbang ke Yogyakarta.”

Fery baru tahu tentang hal ini. Dia merasa jika Suzy mengalami kejadian yang kurang menyenangkan dalam hidupnya. “Wah, saat ini penerbangan menuju Bali ditutup selama tiga hari.”

“Benar, aku pun tahu ini setelah tiba di Yogyakarta.” Suzy mengusap keningnya.

Fery bertanya, “Lalu, kamu mau pergi ke mana setelah ini?”

Suzy menunduk, dia memejamkan kedua matanya. “Entahlah, aku di sini seperti orang tersesat. Aku sudah tidak memiliki apa-apa lagi.”

Fery mengambil napas panjang, kemudian menghembuskan perlahan. “Suzy ....”

“Iya ....” Suzy menoleh.

“Kamu bisa menginap di rumahku setidaknya selama beberapa hari ke depan,” ucap Fery. Saat ini dia merasa tidak tega melihat seorang wanita dari Korea Selatan yang berencana akan ke Bali namun saat ini mengalami penjambretan.

Suzy menahan sesaat perkataannya. “Tapi—”

Fery tersenyum tipis dengan kedua mata yang menyipit. “Tidak apa-apa.”

Suzy berdiri dari tempat duduknya. Tidak lama, dia juga membalas dengan senyuman. Fery kemudian mengajak Suzy untuk bergegas menuju tempat tinggalnya. Perlahan tapi pasti, rasa persahabatan di antara keduanya mulai muncul. Sesampainya di rumah, Suzy dibawa ke ruang tamu. Kebetulan di rumah hanya ada Fery seorang. Suzy sangat senang dan berterima kasih sekali kepada Fery yang telah memberi tempat untuk menginap selama beberapa hari ke depan. “Suzy, aku buatkan minuman dulu, ya.”

“Aduh, jadi merepotkan,” sahut Suzy.

Ketika Fery pergi ke dapur, Suzy lantas berdiri dari tempat duduknya dan berkeliling ruang tamu. Dilihatnya hiasan-hiasan cantik di setiap sudut ruangan. Tampaknya dia sangat suka dengan penataan rapi yang ditampilkan. Tidak lama berselang, suara bel terdengar dari arah pintu luar. Seperti ada tamu. Suzy mencoba memberi tahu Fery, tapi tampaknya dia tidak ingin mengganggunya. Suzy memberanikan diri untuk membuka pintu. Langkah kakinya berjalan perlahan. Betapa terkejutnya dia ketika melihat sosok wanita cantik berambut panjang dan berpostur tinggi berada di hadapannya.

Sang wanita yang belum diketahui namanya tersebut merasa kaget melihat Suzy. “Hah, kamu siapa?”

“Aku ....” Suzy menahan ucapannya.

“Temannya Fery, ya?” lanjut sang wanita bertanya.

“Bukan.” Suzy mengalami salah tingkah. “Eh, iya.”

Sang wanita tersebut lalu memanggil Fery. Dia curiga dengan keberadaan wanita yang terlihat aneh baginya. Tas yang dibawanya ditaruh di atas meja. “Dek, siapa wanita itu.”

“Kakak?” Fery menoleh. “Sudah pulang, ya?”

Sang wanita tersebut adalah kakaknya Fery. Dia bernama Park Shin-Hye. Shin memiliki watak yang judes dan sulit menerima keberadaan orang asing di rumahnya. Maka dari itu Fery mencoba menjelaskan kepada kakaknya meski saat ini dalam situasi yang sulit.

Bersambung ....

Daftar Episode
Expression of Love - Episode 1 Expression of Love - Episode 1 Reviewed by Beny Oki Sugiarto on 4/26/2018 02:06:00 PM Rating: 5

7 komentar:

  1. Halo, kawan! Ini adalah fanfiction terbaru yang terdapat artis semacam Suzy (Miss A) dan Park Shin-Hye. Saya pikir dua artis tersebut cocok dengan cerita ini.

    BalasHapus
  2. Mas Beny jago ya bikin fanfiction
    saya pernah ada bikin tapi amburadul
    pengen coba bikin la nanti, tapi bnyak dr Anime kalo saya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku masih belajar, Mas. Eh, bikin fanfiction di blogmu, dong. He he.

      Hapus
  3. Kesalahan fery, memperkenalkan cewek barunya ke temannya, akhirny ada persaingan. Lebih baik, disuruh dirumah terus saja. :)

    BalasHapus
  4. hmmm... kok menurutku kurang logis ya Bang?
    biasanya kan tiketnya dicek dulu
    juga kan pasti ada panggilan dari announcer bahwa pesawat tsb tujuannya kemana. seharusnya kan suzy sudah menyadari sejak awal kalau salah tiket, nggak sampai masuk ke pesawatnya

    hmm ya mungkin bisa dijelaskan bagaimana ceritanya suzy sampai salah pesawat. bisa jadi karena sifatnya yang teledor. tapi teledornya dijelaskan

    eee gitu Bang
    Cuma saran aja sih :D

    BalasHapus
  5. Berebut kesukaan dengan sahabat
    Pasti rasanya tersengat
    Ada iri dan cemburu menyayat

    BalasHapus

Anda diharapkan membaca artikel ini dalam keadaan sadar dan tidak dalam paksaan pihak mana pun!

Beny Beny Oki Sugiarto - Penggemar Borussia Dortmund yang berharap Asami (LOVEBITES) kembali muda dan suatu saat nanti bisa membentuk supergroup bersama dengan Aldious, BAND-MAID, Cyntia, dan Mary's Blood.
Diberdayakan oleh Blogger.