BUNDESLIGA
Sabtu, 22 September 2018 – 20:30 WIB
TSG 1899 Hoffenheim Borussia Dortmund

Mystery of Levantara - Episode 3

Mystery of Levantara
(Episode 3)


Mystery of Levantara

Informasi
Judul:
Mystery of Levantara
(Episode 3 - Gerbang Archanist Terbuka)
Pembuat:
Beny Oki
Genre:
Petualangan, Misteri, Fiksi, Fantasi
Rating:
General
Prolog:
Kisah ini menceritakan tentang lima orang yang mengadakan liburan ke Osaka, Jepang. Mereka adalah Budi, Ridwan, Agus, Lola, dan Angelina. Osaka dipilih karena mempunyai panorama alam yang indah. Dalam liburannya di Osaka, mereka dikejutkan dengan hal-hal yang janggal dan sulit diterima oleh nalar pikiran ketika Budi yang menjadi pemimpin grup tak sengaja menemukan sebuah Levantara—kertas petunjuk rahasia—di sebuah bangunan tua yang sudah tak berpenghuni. Levantara tersebut kemudian membawa mereka ke sebuah dunia bernama Archanist. Dari sinilah petualangan akan dimulai.
Pemeran Utama:
Budi Darmawan Budi
(Sebagai Budi)
Ridwan Muhammad Ridwan
(Sebagai Ridwan)
Agus Dwi Agus Wicaksana
(Sebagai Agus)
Lola Lola Zieta
(Sebagai Lola)
Angelina Angelina Hirawan
(Sebagai Angelina)

Pemeran Pendukung:
Saki Saki Yamashita (Cyntia)
(Sebagai Saki)
Atsumi Saiki Atsumi (BAND-MAID)
(Sebagai Atsumi)
Yuko Yuko Suzuhana (Wagakki Band)
(Sebagai Yuko)
Ninagawa Beni Ninagawa (Wagakki Band)
(Sebagai Ninagawa)
Shani Shani Indira (JKT48)
(Sebagai Shani)


Di Osaka, Jepang, rombongan Budi bertemu dengan seorang wanita bernama Lola yang memiliki darah Indonesia. Dia mampu berbahasa Indonesia dengan fasih. Tas miliknya yang sempat dirampok sudah tidak bisa diselamatkan lagi. Ridwan yang tahu setelah kejadian ini pun merasa sangat menyesal. Dia tidak tahu jika tas milik Lola sedang dirampok. Andai saja tahu, sudah pasti Ridwan akan menghabisi si perampok. Ini adalah liburan yang cukup mengejutkan bagi Budi dan kawan-kawannya.

“Kami minta maaf,” ucap Budi, menundukkan kepalanya. Dia mewakili perasaan teman-temannya.

“Oh, tidak apa-apa.” Lola tersenyum dengan kedua mata yang menyipit.

Setelah kejadian tersebut maka Lola memutuskan untuk pergi meninggalkan rombongan Budi. Budi dan kawan-kawannya hanya bisa menatap Lola yang berjalan pergi meninggalkannya. Di sisi lain, Ridwan masih terngiang dengan perkenalannya kepada seorang wanita tersebut. “Namanya Lola. Pasti akan selalu aku ingat.”

Budi dan kawan-kawannya mencoba melupakan kejadian ini. Kini mereka bergegas ke salah satu perkebunan buah di Osaka. Di sana mereka bertemu dengan wanita bernama Shani Indira yang bertugas sebagai pemandu wisata. Perkebunan di Osaka menampilkan berbagai jenis buah-buahan yang siap dipetik. Hal ini menambah nilai lebih dari liburannya Budi dan kawan-kawannya. Agus sempat berpikir jika liburannya saat ini adalah mencari sesuatu yang gratis. Namun, hal ini dibantah oleh Budi yang bertugas sebagai pemimpin.

Shani yang bertugas sebagai pemandu wisata memandu dengan menggunakan bahasa Indonesia sebab wisatawan yang ditemuinya berasal dari Indonesia. “Halo! Perkenalkan, nama saya adalah Shani sebagai pemandu wisata kalian di perkebunan buah Osaka. Mari kita berkeliling dan menikmati pemandangan indah di tempat ini.”

Begitulah ucapan yang dikatakan Shani. Wanita cantik dan berambut panjang ini selalu terlihat ramah terhadap wisatawan yang ditemuinya. Setelah diajak berkeliling, Budi, Agus, Ridwan, dan Angelina justru memilih berpencar. Mereka ingin mencari keindahan lain yang tersembunyi di perkebunan Osaka. Perkebunan buah di Osaka sangatlah luas. Mereka bahkan pergi menjauhi satu sama lain. Tiba-tiba cuaca yang cerah berubah menjadi mendung, hampir terlihat gelap gulita. Budi melihat ke langit, dirinya terkejut dengan perubahan cuaca yang dirasa sangat aneh, firasatnya pun menjadi tidak enak. Setelah kejadian ini dirinya memutuskan untuk segera menemui teman-temannya. “Sepertinya ada yang aneh di tempat ini.”

“Wah, cuacanya menjadi mendung.” Angelina berucap lirih. Saat ini dia sedang asyik memetik apel. Perasaan yang dirasakan Angelina bertolak belakang dengan yang dirasakan adiknya, Budi. Dia justru menganggap hal ini adalah sesuatu yang wajar.

Tak berselang lama setelah itu, Budi berhasil menemui kakaknya. Dia melambaikan tangan kanannya, kemudian berteriak, “Kak Lina ....”

Mendengar teriakan dari adiknya, maka Angelina menoleh ke belakang. “Budi ... kenapa dia berlari seperti itu, ya?”

“Sepertinya ada yang aneh dengan tempat ini, Kak.” Budi berucap dengan nada terbata-bata. Angelina tidak tahu tentang yang dimaksud adiknya tersebut. Dia bahkan merasa santai ketika menanggapinya.

Angelina membalas, “Tenangkan dirimu, Dek.” Tangan kanannya mengusap-usap kepala Budi. “Ada apa, sih?”

Budi mengambil napas panjang, kemudian menghembuskan perlahan. Pernapasannya masih sulit dikendalikan setelah berlari sekian jauhnya. “Sepertinya kita harus segera pergi meninggalkan tempat ini!”

Angelina tertawa setelah mendengar perkataan Budi yang dirasa mendadak. Sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, dia menjawab, “Sepertinya cuaca sedang mendung. Sebaiknya kita segera mencari tempat untuk berteduh. Kita panggil yang lain.”

Budi kemudian mencari satu per satu temannya yang sedang berkeliling di perkebunan buah. Dia berlari sembari mengamati arah kiri dan kanan. “Teman-teman ....”

Teriakan Budi seolah tidak mendapat respon dari teman-temannya. Dia pun merasa panik sebab gemuruh petir sudah terdengar. Langkah kakinya berhenti di sebuah bangunan tua yang sudah tak berpenghuni. Dia berjalan ke sana perlahan. “Tempat ini sangat luas, ke mana lagi aku harus mencari mereka?”

Budi sejenak memejamkan kedua matanya. Dirinya sedang memikirkan teman-temannya yang berpencar satu sama lain. “Harusnya aku ....” Dia menahan sesaat ucapannya ketika melihat sebuah kertas jatuh di depannya.

Budi berjongkok dan mengambil kertas tersebut. Wujud kertas yang dia lihat dirasa sudah sangat lama, ada sedikit sobekan, dan warnanya sudah berubah menjadi kecoklatan. “Le-van-ta-ra?”

Kertas yang ditemukan di sebuah bangunan tua tersebut disinyalir adalah sebuah Levantara. Di dalamnya terdapat tulisan yang bukan berasal dari bahasa Jepang atau dari negara lain. Dengan spontan, Budi mencoba membaca tulisan tersebut. “Akitek umak acabmem ini itrareb haubes anacneb naka lucnum. Umak naka kusam ek Archanist nad tilus kutnu ilabmek.”

Kertas Levantara ternyata mengundang sebuah bencana besar bagi yang menemukannya. Setelah dibaca, langit kemudian berubah menjadi mengerikan. Pandangan Budi tertuju ke arah langit. Dilihatnya sebuah gumpalan awan hitam pekat yang berputar-putar membentuk sebuah lubang hitam. Budi sempat menjatuhkan kertas Levantara, lalu dengan lirihnya berkata, “Apa lagi itu?”

Suasana berubah menjadi mencekam. Detak jantung berdebar semakin cepat. Budi pun tak kunjung menemukan teman-temannya yang berpencar satu sama lain.

Bersambung ....

Daftar Episode
Mystery of Levantara - Episode 3 Mystery of Levantara - Episode 3 Reviewed by Beny Oki Sugiarto on 2/27/2018 07:22:00 AM Rating: 5

11 komentar:

  1. petualangan mendebarkan tidak sabar untuk seri keduanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. ini saya baru bikin rekord bang bahkan judul pun nggak baca langsung komentar saja , maklum rada horor sih bang ,

      Hapus
  2. di keep dulu bacanya. belum baca dari awal soalnya. biar nyambung mau baca yang di awal dulu ya.

    BalasHapus
  3. saya simpan ya mas, yang pertama belum baca, jadinya ngak seru

    BalasHapus
  4. Jadi tau ternyata levantara,,itu sejenis peta atau petunjuk ya,,mas,
    Kaya jaman pramuka pas sekolah dulu..

    BalasHapus
  5. Ternya Budi punya bakat jadi paranormal ya? mampu membaca tulian kono atau bahasa asing.

    BalasHapus
  6. Wew itu tulisan di kertasnya dibalik ya... Jangan2 yang bikin leventara adalah orang Ngalam, hahaha

    Btw kukira ini review film loooh, hehe
    Waiting for next episode

    BalasHapus
  7. Akitek umak acabmem ini itrareb haubes anacneb naka lucnum. Umak naka kusam ek Archanist nad tilus kutnu ilabmek.

    baru ngeh itu tulisannya di balik mas Beny

    BalasHapus
  8. seru nih bang ceritanya, salut bisa buat cerita sepeti ini, mungkin udah bakat nulis yaa :)

    BalasHapus

Anda diharapkan membaca artikel ini dalam keadaan sadar dan tidak dalam paksaan pihak mana pun!

Beny Beny Oki Sugiarto - Penggemar Borussia Dortmund yang berharap Asami (LOVEBITES) kembali muda dan suatu saat nanti bisa membentuk supergroup bersama dengan Aldious, BAND-MAID, Cyntia, dan Mary's Blood.
Diberdayakan oleh Blogger.