BUNDESLIGA
– Revierderby –
Sabtu, 14 April 2018 – 21:30 WIB
Veltins Arena
o FC SCHALKE 04
vs
BORUSSIA DORTMUND
o
JADWAL PERTANDINGAN
Sabtu, 14 April 2018 – 21:30 WIB
Bundesliga
FC Schalke 04 Borussia Dortmund
Sabtu, 21 April 2018 – 23:30 WIB
Bundesliga
Borussia Dortmund Bayer 04 Leverkusen
Minggu, 29 April 2018 – 23:00 WIB
Bundesliga
Werder Bremen Borussia Dortmund
Sabtu, 5 Mei 2018 – 20:30 WIB
Bundesliga
Borussia Dortmund 1. FSV Mainz 05
Sabtu, 12 Mei 2018 – 20:30 WIB
Bundesliga
TSG 1899 Hoffenheim Borussia Dortmund
HIGHLIGHTS BUNDESLIGA
Borussia Dortmund 3 0 VfB Stuttgart
Christian Pulisic 38'
Michy Batshuayi 48'
Maximilian Philipp 59'
-
-
-

Selasa, 30 Januari 2018

Agen SA-8F - Episode 9

Peringatan:
Cerita ini adalah karangan dari penulis dan sifatnya hanya fiksi. Tidak bermaksud merugikan pihak tertentu. Kenapa judulnya “Agen SA-8F”? “SA” adalah inisial dari nama Saiki Atsumi sedangkan “8F” adalah tanggal lahirnya, yakni 8 Februari.
Inspirasi:
Cerita ini terinspirasi dari para personel grup band beraliran hard rock dan heavy metal, yakni BAND-MAID.

【Agen SA-8F】



(Episode 9 - Tentang Masa Lalu Kelam Atsumi)

Atsumi mengajak Miku kembali menuju ke Departemen Pertahanan Denmark. Rasa sakit di lengan kirinya masih terasa ketika dirinya menyetir mobil. Miku yang duduk di sampingnya pun merasakan sedih terhadap Atsumi. Dia menoleh, kedua matanya berkaca-kaca. Di sisi lain, Miku merasa bangga kepada Atsumi yang selalu membantunya di kala butuh bantuan. Miku memberanikan diri untuk mengawali perbincangan. “Atsumi ....”

Atsumi kemudian merespon dengan nada yang sedikit tidak peduli. “Ya, ada apa?”

“Kau selalu menolongku. Aku sangat berterima kasih sekali.” Miku tersenyum, kedua matanya menyipit. Ketika Miku tersenyum, raut wajah Atsumi justru terlihat biasa saja. Dia seakan tidak peduli akan ungkapan temannya tersebut.

Pandangan Atsumi tetap mengarah ke depan, fokus menyetir. “Miku, kau jangan salah sangka. Aku sering membantumu karena aku ingin menyelesaikan masalahku dengan Alan.”

“Hah,”–Miku merasa terkejut–“jadi, selama ini kau punya misi terselubung, ya?”

Atsumi kembali menjawab dengan tegas. Dia menjelaskan kepada Miku bahwa dirinya melakukan ini tidak ada kepentingan dengan pihak Departemen Pertahanan Denmark. Atsumi menghela napas panjang. “Bukan misi terselubung. Lebih tepatnya misi pribadi. Lagi pula aku adalah mantan agen rahasia di Departemen Pertahanan Denmark.”

Miku tak habis pikir jika selama ini Atsumi memiliki misi lain yang baru diketahuinya. Namun, Miku tetap yakin jika Atsumi adalah orang yang baik. Setelah perbincangan tersebut, Miku dan Atsumi kemudian sama-sama terdiam. Miku sempat melamun sesaat. Dia kembali mengingat saat pertama kali bertemu dengan Atsumi ketika dia diberi tempat untuk menginap sementara. Miku berkata, “Atsumi, apakah keputusanmu keluar dari Departemen Pertahanan Denmark itu adalah pilihan tepat?”

Atsumi masih fokus menyetir mobil. Dia tidak langsung menjawab pertanyaan tersebut. Ingatan masa lalunya kini kembali muncul, tentang kesalahannya salah tembak. “Ini berat untukku, Miku. Aku akan mengatakan jika aku telah mengalami masa-masa sulit. Kegagalan dalam misi yang ditugaskan untukku.”

Miku sebenarnya sedikit tahu tentang kegagalan misi yang dialami Atsumi. Namun, tidak secara menyeluruh diketahuinya. Sekarang ini rasa penasarannya kembali munguat. Miku menoleh, sembari menelan air ludahnya. “Seperti apa ceritanya?”

Atsumi menghela napas. “Cukup tragis, namun ....”

“Ya ....” Miku menunggu.

“Waktu itu aku diberi tahu oleh pimpinan bahwa seorang penjahat lintas negara yang bernama Vladenberg telah masuk daftar hitam.” Atsumi memejamkan mata, ucapannya terhenti sesaat. “Aku memiliki partner bernama Alan. Dia awalnya adalah seorang yang sangat peduli, namun tidak seperti yang terlihat sekarang ini. Dia dan aku sama-sama saling mendukung.”

Miku memotong pembicaraan. “Lalu, bagaimana bisa Alan berkhianat seperti saat ini?”

Atsumi membalas, “Tunggu sebentar, aku belum selesai bercerita.”

Miku menunduk, tangannya memegangi kursi. “Baiklah—”

“Jadi, begini ....” Atsumi kembali melanjutkan cerita tentang masa lalunya. “Aku dan Alan ditugaskan untuk menangkap Vladenberg. Misi ini sangat berbahaya sebab harus berhadapan dengan penjahat lintas negara. Kami berdua dalam pengejaran untuk menangkap Vladenberg di sebuah hotel di Kota Kopenhagen. Vladenberg telah mengambil dokumen penting yang dimiliki negara. Dia kabur dengan membawa persenjataan yang cukup untuk membuat orang-orang mati terbunuh. Dia sempat menyandera seorang lansia yang sudah renta. Aku dan Alan pada waktu itu sudah kehabisan strategi penyergapan.”

“Ternyata musuh telah menyandera lansia.” Miku berucap lirih. “Kejam!”

“Ya, begitulah.” Atsumi sedih menceritakan hal ini kepada Miku. Dirinya sempat menggeleng-gelengkan kepalanya.

Miku kemudian menyuruh Atsumi melanjutkan ceritanya. “Setelah itu apa, Atsumi?”

“Aku dan Alan memutuskan berpencar dalam strategi penyergapan. Kami berdua saling berkomunikasi secara intensif. Aku bersembunyi di balik meja sedangkan Alan di balik pintu. Yang paling diuntungkan di sini tentu adalah Vladenberg sebab dia memiliki sandera yang bisa dimanfaatkan.” Atsumi menceritakan kepada Miku tentang suka dukanya menjadi seorang agen rahasia dalam misi penyergapan penjahat lintas negara. Tugas yang dijalankannya amat berat dan penuh risiko.

Miku yang mendengar cerita Atsumi perlahan memahami beban yang dirasakan. “Kau wanita yang kuat, Atsumi!”

“Tidak juga, Miku.” Atsumi kembali berujar jika dirinya tidak pantas menyandang sebutan tersebut. “Kejadian waktu itu sangat mencekam. Di sekeliling ruangan tersebut terdapat keramaian orang-orang. Mau tidak mau aku dan Alan harus menyelesaikan misi ini. Di sisi lain, Vladenberg sering melepaskan tembakan melalui pistolnya, aku pun geram. Kuberanikan diri untuk menunjukkan wujudku di depannya. Beberapa tembakan yang kulepaskan mengarah ke arahnya. Satu tembakan berhasil mengenai sasaran. Namun—”

“Namun ...,” jantung Miku berdebar. “Ada apa?”

“Satu tembakan justru mengenai sandera,” lanjut Atsumi bercerita.

Miku menutup mulutnya dengan kedua tangannya. “Hah ... ya, ampun.”

“Aku melakukan penyergapan tidak melalui prosedur yang diberikan pimpinan.” Atsumi sadar jika dirinya melakukan kesalahan yang amat sangat fatal. Dia mengabaikan prosedur yang telah diberikan pimpinannya. “Saat aku dan Alan kembali ke markas, kami berdua dikekang oleh kegagalan. Alan menceritakan kepada pimpinan bahwa dia yang telah sengaja menyerang Vladenberg beserta sanderanya, padahal akulah yang telah menembak. Alan langsung diberhentikan dari tugasnya sedangkan aku memutuskan untuk mengundurkan diri dari tugas. Kami berdua akhirnya berhenti menjadi agen rahasia.”

“Lalu, bagaimana bisa Alan kini berubah menjadi jahat?” Miku kembali bertanya.

Atsumi menghentikan laju mobilnya. Dia menahan ucapannya sesaat sehingga membuat Miku merasa tidak sabar ingin tahu. Tak lama setelah itu Atsumi melanjutkan ucapannya. “Aku tidak begitu yakin, tapi ada satu hal yang membuatku bisa mengemukakan pendapat. Semenjak Alan berhenti menjadi agen rahasia di Departemen Pertahanan Denmark, sifatnya kemudian berubah. Dia terlihat ingin sekali mengacaukan sistem komunikasi di tempat tersebut. Sementara yang terlihat sekarang, Alan telah berhasil mencuri data penting. Entah, aku tidak tahu rencana yang akan dibuatnya.”

Bersambung ....

Tokoh Utama:
1. Saiki Atsumi (sebagai Agen “Atsumi” SA-8F)
2. Miku Kobato (sebagai Miku)
3. Kanami Touno (sebagai Kanami)
4. Misa (sebagai Misa)
5. Akane Hirose (sebagai Achi)
Pembuat:
Beňy
Genre:
Aksi, Petualangan, Teknologi, Intelijen
Daftar Episode:
» Episode 1 - Permulaan
» Episode 2 - Menuju ke Skandinavia
» Episode 3 - Lari, Miku!
» Episode 4 - Menyergap Marco
» Episode 5 - Miku Telah Kembali
» Episode 6 - Target Operasi
» Episode 7 - Krusial
» Episode 8 - Lepas
» Episode 9 - Tentang Masa Lalu Kelam Atsumi

10 komentar:

  1. Ceritanya masih panjang ya...itu baru ngobrol dimobil..belum lainnya yah

    BalasHapus
  2. meski belum baca seri sebelumnya langsung terasa serunya penuh dengan intrik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk jalan ceritanya mungkin banyak orang yang kurang paham, lumayan rumit.

      Hapus
  3. kalau jadi agen-sa-8f-9 memang dibutuhkan komunikasi yang jelas dan detail supaya sukses jadi agennya

    BalasHapus
  4. kasihan alan di contoh orang baik yang tertekan...

    saya tunggu lagi kelanjutanya mas beny...

    tapi penjahat Vladenberg nya ketangkep nggak ya...

    terus sandranya mati nggak..

    sorry aga kepo dikit...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karakter Vladenberg diceritakan di episode ini. Dia diceritakan mati dibunuh oleh Agen Atsumi.

      Hapus
  5. Wah agen seperti ini pastinya sudah dibunuh oleh atasannya karena telah menyalahi prosedur dan mengundurkan diri. Takut nanti berkhianat dan membocorkan rahasia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setelah misi ini gagal, Alan dan Atsumi mengundurkan diri dari tugas.

      Hapus