BUNDESLIGA
Sabtu, 16 Desember 2017 – 21:30 WIB
Signal Iduna Park
o BORUSSIA DORTMUND
vs
TSG 1899 HOFFENHEIM
o
JADWAL PERTANDINGAN
Sabtu, 16 Desember 2017 – 21:30 WIB
Bundesliga
Borussia Dortmund TSG 1899 Hoffenheim
HIGHLIGHTS BUNDESLIGA
1. FSV Mainz 05 0 2 Borussia Dortmund

Sokratis 55'
Shinji Kagawa 89'

Sabtu, 11 November 2017

Ulasan Tim dan Pembalap Formula 1 di Musim 2017


Lewis Hamilton (Mercedes)

Di musim 2017, tim-tim kontestan Formula 1 banyak melakukan keputusan yang mendadak. Keputusan mendadak tersebut salah satunya melakukan penggantian pembalap jelang musim balapan berakhir. Saya melihatnya sangat prihatin, terlebih kepada nasib pembalap yang sudah bekerja keras namun tak kunjung mendapat hasil yang memuaskan tim. Dunia balapan memang kejam, mereka yang kalah bersaing akan terlempar dan tidak lagi dibutuhkan. Maka dari itu, pembalap harus bekerja lebih jika ingin tetap bertahan di kompetisi elit balapan jet darat Formula 1.

Saya katakan jika desain mobil F1 di musim 2017 sangat bagus-bagus dan tampak berbeda dari musim sebelumnya. Perubahan yang terjadi adalah pada bentuk mobil yang sedikit lebar, sayap depan terlihat lancip, penambahan sirip hiu serta livery-nya, serta sayap belakang yang lebih lebar dan pendek.

Saya akan membahas semua penampilan tim dan pembalapnya pada musim 2017 satu per satu, dimulai dari huruf abjad.

Ferrari (SF70H)


Ferrari mempunyai ambisi besar untuk merengkuh gelar juara konstruktor F1 2017. Tim ini diisi oleh Sebastian Vettel (Jerman) dan Kimi Raikkonen (Finlandia) sebagai pembalap utamanya. Di awal musim, Ferrari sempat diprediksi akan selalu bisa mengalahkan kompetitornya, yakni Mercedes. Berbekal agresifitas dari Vettel, Ferrari sempat tampil cemerlang. Vettel selalu finis di posisi 5 besar dengan 2 kali DNF dan 1 kali finis di posisi 7. Vettel sering mengalami kesialan dan masalah pada mobilnya sehingga mengakibatkan dirinya gagal menempel ketat Hamilton yang memperkuat Mercedes. Bahkan petinggi Ferrari menyalahkan pembalapnya untuk kegagalan tim di musim 2017.

Rekan setim Vettel di Ferrari, yakni Raikkonen belum begitu bisa menampilkan permainan terbaiknya meski sebenarnya dia beberapa kali sudah naik podium. Saya rasa Raikkonen harus tampil lebih agresif lagi.

Force India (VJM10)


Force India menjadi tim yang mampu masuk 5 besar di klasemen konstruktor F1 musim 2017. Mereka mampu berada di urutan 4 dalam klasemen akhir. Force India mempercayakan pembalapnya kepada Sergio Perez (Meksiko) dan Esteban Ocon (Prancis). Kedua pembalap tersebut tampil baik saat memperkuat Force India yang memakai mesin Mercedes. Acungan jempol saya tujukan kepada Ocon yang di musim ini belum pernah mengalami DNF.

Haas (VF-17)


Tim asal Amerika Serikat ini mengalami peningkatan penampilan jika dibandingkan dengan musim 2016. Haas masih mempercayakan mesin kepada Ferrari yang menjadi pemasok. Kedua pembalap yang memperkuat tim ini adalah Romain Grosjean (Prancis) dan Kevin Magnussen (Denmark). Prestasi terbaik yang didapat Haas adalah bisa finis di posisi 6 melalui Grosjean saat di GP Austria. Membahas di seri 1 (Australia), ada yang masih ingat? Ya, jika masih ingat maka pasti akan tertuju kepada Grosjean dan Magnussen yang sama-sama senasib mengalami DNF.

McLaren (MCL32)


Ini dia tim yang selalu menjadi korban meme dari para penggemar F1. Penampilan McLaren di musim 2017 mengalami penurunan yang sangat drastis. McLaren sering mendapat hasil buruk dikarenakan mesin Honda yang mereka pakai sering mengalami masalah. Salah satu contohnya adalah Fernando Alonso (Spanyol) yang menjadi pembalap utamanya sering mengalami DNF, bahkan DNS. Alonso sudah mengalami DNF sebanyak 7 kali dan DNS baru 1 kali. Sementara itu Stoffel Vandoorne (Belgia) mengalami 4 kali DNF dan 1 kali DNS.

Mercedes (F1 W08 EQ Power+)


Mercedes menjadi juara konstruktor F1 di musim 2017. Mereka mampu mengalahkan pesaing beratnya, yakni Ferrari. Tim ini mengandalkan duet pembalap Lewis Hamilton (Inggris) dan Valtteri Bottas (Finlandia). Saya akan mengatakan jika Hamilton tampil luar biasa. Dia belum pernah mengalami DNF. Setiap balapan pasti selalu finis di posisi 10 besar. Penampilan cemerlang membuatnya meraih gelar juara dunia F1 di musim 2017. Sementara itu Bottas yang menjadi pembalap kedua tampil lumayan bagus. Dia baru bergabung dengan Mercedes di musim 2017 dari Williams, namun penampilannya sudah cukup memuaskan tim. Bottas mampu bersaing di posisi 5 besar klasemen pembalap.

Red Bull (RB17)


Red Bull masih menjadi langganan posisi 3 di klasemen konstruktor. Penampilan mereka masih belum mampu menempel ketat Mercedes dan Ferrari. Namun di beberapa sesi mereka bisa sedikit memberi efek kejut kepada kompetitornya. Duet maut Daniel Ricciardo (Australia) dan Max Verstappen (Belanda) dirasa sudah sangat cocok mengisi tim ini, hanya saja nasib berkehendak lain. Andai saja Ricciardo tidak banyak mengalami DNF mungkin dia setidaknya bisa memperkecil selisih poin dengan Bottas. Ricciardo sudah mengalami DNF sebanyak 5 kali. Verstappen yang menjadi pembalap kedua Red Bull harus terlempar dari 5 besar klasemen pembalap. Dia berada di posisi 6 klasemen di bawah Raikkonen.

Renault (R.S.17)


Renault juga merupakan tim yang mengalami peningkatan penampilan, terbukti dari perolehan poin pembalapnya. Tim asal Prancis ini diisi oleh pembalap Nico Hulkenberg (Jerman) dan Jolyon Palmer (Inggris). Khusus untuk Palmer, dia digantikan oleh Carlos Sainz (Spanyol) mulai dari seri ke-17 menyusul hasil buruk yang didapatnya.

Sauber (C36)


Sauber adalah salah satu tim papan bawah yang belum mengalami peningkatan. Pascal Wehrlein (Jerman) dan Marcus Ericsson (Swedia) yang menjadi pembalapnya tidak bisa berkata banyak. Prestasi terbaik Sauber di musim 2017 adalah mampu meraih 5 poin lewat Wehrlein.

Toro Rosso (STR12)


Perombakan besar-besaran dilakukan oleh Toro Rosso. Tim asal Italia ini mengganti Daniil Kvyat (Rusia) dengan Pierre Gasly (Prancis) di beberapa seri terakhir. Selain itu mereka juga merekrut Brendon Hartley (Australia) untuk menggantikan Sainz yang hengkang ke Renault. Praktis, Toro Rosso hanya mampu menempati posisi papan tengah klasemen konstruktor sampai akhir musim.

Williams (FW40)


Di musim 2017, Williams diisi pembalap Felipe Massa (Brazil) dan Lance Stroll (Kanada). Jika membandingkan dengan musim sebelumnya, Williams masih tetap menempati posisi papan tengah di klasemen konstruktor. Massa sempat mengumumkan akan pensiun di awal musim. Setelah ada tawaran dari Williams, akhirnya dia mempertimbangkan lagi dan membatalkan keputusannya tersebut. Pembalap kedua Williams adalah Stroll yang berkebangsaan Kanada. Dia bergabung dengan tim tersebut dengan status "pay driver", namun kemampuannya tidak bisa dianggap remeh. Posisi 10 berhasil ditempatinya.

F1 di musim 2017 terlihat sedikit lebih menarik dengan drama yang terjadi. Contohnya persaingan perebutan gelar juara dunia oleh Hamilton dan Vettel. Selain itu ada pergantian pembalap di kubu Renault dan Toro Rosso di tengah kompetisi. Di luar itu semua ada tim yang selalu dibuat meme. McLaren sering menjadi korban kejahilan para penggemar F1 karena masalah mesin yang selalu mereka hadapi.

Jadi, bagaimana pendapat kalian tentang Formula 1 di musim 2017? Mari saling berdiskusi.

17 komentar:

  1. waahh di bahas mendeteeil banget satu persatu
    saya jarang sekali bahkan hampir tidak pernah ada waktu nonton
    paling ya liat siarang ulang di youtube, alasanya karena kerjaan.
    menurut saya musim ini menarik ya mas beny..saya sangat menyayangkan tim sekelas mcLaren tidak mampu bersaing di papan atas, bahkan keluar dari papan tengah..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, begitulah kira-kira, Mas. Tim dengan sejarah bagus seperti McLaren pasti sangat disayangkan malah bisa mengalami keterpurukan. Musim depan mereka akan pakai mesin Renault dan mengakhiri kemitraan dengan Honda.

      Hapus
  2. saya paling suka si Hamilton mas dengan Mercedesnyahh hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, dia sangat dominan di Mercedes. Tampaknya kubu Mercedes akan selalu mempertahankannya di tim.

      Hapus
  3. Waahh mas andie bru nongol aja, kmna aja nih

    BalasHapus
  4. saya suka otomotif tapi kok kalau F1 g paham

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sering-sering nonton pas balapan dan mengikuti update perkembangan tim saja kalau gitu, nanti pasti suka.

      Hapus
    2. Mungin nanti setiap ada balapan F1, harus ada penjelasan dari guru otomotifnya.. hehe :D

      Hapus
  5. Saya kalau nonton formula 1 (nonton di tivi), saya selalu menjagokan Ferrari. Karena saya suka dengan desainnya. Keren menurut saya. Hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, Kang. Tim besar memang selalu memberi kejutan.

      Hapus
  6. McLaren kalau mesinnya sering ngadat mending jual ajalah, gak guna... :D hahah

    BalasHapus
  7. aku dulu jagoin vetterl pas di red bull
    menangan sih sekarang kalah sama Hamilton jadi males liat lagi huhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang sabar, Mas. Performa mobil kadang suka berubah-ubah.

      Hapus
  8. Mungkin sudah saatnya untuk memberi peluang kepada pendatang baru regenerasi kali hehe

    BalasHapus

Cari Artikel