BUNDESLIGA
Sabtu, 16 Desember 2017 – 21:30 WIB
Signal Iduna Park
o BORUSSIA DORTMUND
vs
TSG 1899 HOFFENHEIM
o
JADWAL PERTANDINGAN
Sabtu, 16 Desember 2017 – 21:30 WIB
Bundesliga
Borussia Dortmund TSG 1899 Hoffenheim
HIGHLIGHTS BUNDESLIGA
1. FSV Mainz 05 0 2 Borussia Dortmund

Sokratis 55'
Shinji Kagawa 89'

Sabtu, 14 Oktober 2017

Memoria - Episode 5 (Tamat)

Peringatan:
Cerita ini adalah karangan dari penulis dan sifatnya hanya fiksi. Tidak bermaksud merugikan pihak tertentu. Tokoh utama di cerita ini diambil dari 4 member idol group underground beraliran musik pop, rock, metal, dan electronic-pop, yakni Kamen Joshi. Mereka adalah Anna Tachibana, Mayu Kusunoki, Moa Tsukino, dan Sakura Nodoka.
Cerita:
Cerita ini berawal ketika Anna diculik oleh tiga orang tak dikenal. Anna adalah anak dari seorang pengusaha kaya raya. Penculik menginginkan tebusan uang dalam jumlah yang banyak kepada orangtuanya Anna. Ketika dalam penyekapan, Anna berhasil meloloskan diri. Dia terus berlari menjauhi para penculik. Nasib buruk menimpanya ketika dia mengalami kasus tabrak lari oleh orang tak dikenal. Dia kemudian ditemukan tak sadarkan diri oleh Mayu di pinggir jalan. Seketika itu ingatannya menghilang.

【Memoria】



(Episode 5 - Menguak Fakta)

Waktu sudah memasuki pukul 06:09 sore. Mayu bergegas menuju ke kamarnya. Dia adalah orang yang lebih memilih beristirahat di kamar daripada menonton acara TV pada jam tersebut. Mayu masih terpikir tentang tiga orang misterius yang sempat mengunjungi restoran tempatnya bekerja. Penampilan dan topik bahasan tiga orang yang ditemuinya terlihat mencurigakan sehingga membuatnya selalu mengaitkan hal ini dengan kejadian yang dialami Anna. Pembicaraan yang sempat dibahas tiga orang yang tidak lain dan tidak bukan adalah Joni, Antok, dan Dian hampir mirip dengan kronologis yang dikatakan Anna.

Mayu pun akan menemui Anna di kamarnya. Mayu dan Anna memang tidak sekamar, namun hanya bersebelahan. Langkah kaki Mayu bergerak pelan. Sesampainya di depan pintu kamar yang ditempati Anna, dia mencoba mengetuk pintu. Dirinya sempat berpikir dua kali. Mayu menahan tangannya yang akan mengetuk pintu. “Kira-kira dia akan merasa terganggu tidak, ya?”

Tiba-tiba pintu dibuka dari arah dalam, Anna yang akan keluar dari kamarnya merasa terkejut melihat Mayu yang berdiri tegak menghadapnya. Dia sempat merasa curiga dengan gerak-gerik Mayu yang berdiri mematung. “Ada apa, May?” tanya Anna, menatap wajah Mayu.

Seolah-olah merasa tidak ada apa-apa, Mayu mengalihkan pandangannya ke arah lain. Dengan raut wajah yang berpura-pura tersenyum, dia menanyakan kepada Anna tentang makan malam. Anna yang mendengar hal ini pun merasa curiga sebab dia sudah mengatakan kepada Mayu jika dirinya sudah makan pada pukul 05:00 sore. Salah tingkah yang dialami Mayu justru membuat Anna semakin curiga.

“An, baiklah, aku akan kembali ke kamarku.” Mayu tersenyum dengan kedua mata yang menyipit.

“Tunggu dulu!” Anna memegang tangan Mayu, menahan langkah kakinya. “Aku ingin menanyakan sesuatu kepadamu, May.”

Mayu membalas, detak jantungnya berdebar lebih cepat dari biasanya. “Tanya tentang apa, An?”

“Masuklah ....” Anna mengajaknya untuk masuk ke dalam kamarnya. Dia memaksa Mayu untuk menjelaskan secara jelas tentang ingatannya yang sempat menghilang. Anna merasa yakin sekali jika beberapa hari belakangan Mayu sudah mengantongi informasi tentang dirinya.

Mayu dan Anna masih termenung. Mereka duduk bersebelahan, belum ingin saling menatap wajah. Mayu menyimpan sebuah petunjuk yang kemungkinan besar akan membuat ingatan Anna segera kembali.

Mayu mengambil napas dalam, kemudian menghembuskan perlahan. Dia sempat memejamkan kedua matanya sesaat. “An, sebenarnya tadi siang aku bertemu dengan tiga orang yang penampilannya tampak mencurigakan. Mereka membicarakan sesuatu hal yang seakan hampir mirip dengan kejadian yang menimpamu. Tapi, aku masih tidak yakin kalau ini saling berkaitan.”

“Kau mengatakan tiga orang?” Pikiran Anna mendadak memunculkan ingatan tentang tiga orang yang dulu sempat akan memperbaiki mobilnya yang mogok di waktu hujan. “Sebentar ....”

“Ada apa, An?” Mayu yang berada di dekatnya terkaget melihat Anna yang memegangi kepalanya, seperti menahan sakit. “Kau tidak apa-apa?”

“Iya, aku perlahan mengingatnya.” Anna berucap dengan nada yang terdengar seperti rintihan.

Mayu mengelus pundak Anna, mencoba menenangkan pikirannya. “Benarkah itu, An? Kau mengingatnya?”

“Iya, tapi tidak semua,” balas Anna. Kini pikirannya sudah mulai sedikit tenang.

Melihat respon Anna terhadap ucapan Mayu dirasa cukup akurat. Mayu berpikir jika dia akan membawa Anna menuju ke restoran tempatnya bekerja. Di tempat tersebut sudah terpasang sebuah CCTV sehingga percakapan tiga pemuda misterius yang sempat terekam akan ditunjukkan kepada Anna. Mayu berharap jika video di CCTV akan mempercepat pemulihan ingatan temannya tersebut.

Mayu berdiri dari tempat duduknya. “An, apakah kau bersedia datang ke tempatku bekerja?” Mayu memandang ke atap rumah. “Aku punya sebuah petunjuk besar.”

“Hah,”–Anna memegang kedua pundak Mayu–“benarkah itu?”

“Iya. Kalau kau mau, besok pagi akan aku ajak.” Mayu berkata demikian sehingga membuat Anna merasa sangat senang.

Keesokan harinya Anna bersiap untuk ikut bersama Mayu pergi ke tempat kerjanya. Mereka berdua memilih naik taksi. Di dalam taksi, Mayu sempat menanyakan kepada Anna tentang tempat tinggalnya. Namun pertanyaan Mayu tidak sanggup dijawab Anna. Ingatannya masih belum sampai ke sana.

Mayu berucap, “Kita sudah sampai ....”

“Benarkah?” jawab Anna dengan perasaan kaget.

Mayu dan Anna turun dari taksi. Anna sejenak terdiam di depan pintu restoran. Dia sedang membayangkan tentang tiga pemuda misterius yang datang ke tempat ini. Mayu mengetuk pundak Anna. “Ada apa? Ayo masuk, An!”

“Iya, May.” Anna membalas, lalu mengikuti Mayu yang masuk ke dalam restoran.

Seperti biasa, di dalam restoran, Mayu sudah dihadang oleh Nodoka sang anak dari pemilik restoran. Nodoka masih mempunyai rasa sentimen terhadap Mayu. Keduanya kembali beradu mulut. Kejadian ini hanya dibuat-buat oleh Nodoka untuk sekadar memancing emosi Mayu. Namun Mayu tidak begitu memedulikan hal ini. Dia lebih memilih menjaga situasi agar selalu kondusif. Anna yang melihat adu mulut antara Nodoka dan Mayu hanya bisa terdiam. Ini adalah pertama kalinya Anna melihat Mayu sangat marah.

“Ayo, An,”–Mayu menarik tangan Anna–“ikuti aku!”

“Iya, May.” Raut wajah Anna tampak tersenyum menatap wajah Nodoka.

Nodoka mengusap-usap keningnya, lalu berkata, “Ya ampun, siapa lagi yang dia bawa ke tempat ini?”

Mayu mengajak Anna menuju ke ruang pemantauan. Ruangan ini adalah untuk memantau setiap sudut ruang melalui CCTV. Di tempat tersebut mereka bertemu dengan satpam. “Wah, jarang-jarang aku melihat kamu datang ke tempat ini, Mayu. Ada keperluan apa?” tanya satpam yang sedang duduk, tangannya memegang gelas.

“Iya, tolong putarkan video kemarin siang, Pak!” Mayu tak sabar ingin menunjukkan percakapan tiga pemuda misterius kepada Anna.

Satpam yang mendengar perintah Mayu pun mengikuti arahannya. “Baiklah ....”

Video diputar, Mayu dan Anna fokus melihat di depan komputer. Betapa terkejutnya Anna tentang hal ini. Dia kembali memegang kepalanya. “Sepertinya aku tahu mereka.”

“Benarkah?” sahut Mayu, kedua matanya melotot.

Anna memejamkan kedua matanya. “Nama-nama yang disebutkan di video ini aku tahu. Joni, Dian, dan Antok, mereka adalah orang yang sempat memperbaiki mobilku ketika mogok di jalan. Kemudian setelah itu mereka menculikku dan menginginkan uang tebusan. Ya, aku sekarang mengingatnya. Aku harus menghubungi ayahku.”

“Sebentar,” sela satpam yang juga sedang mengamati video. “Jadi, mereka adalah pelaku kriminal?”

“Benar. Bisakah Anda membantu saya, Pak?” Anna bertanya kepada satpam, berharap dia juga bisa membantunya untuk menangkap sang pelaku.

Sang satpam bersedia membantu Anna. Dia sekarang melihat sudut lain melalui rekaman CCTV, tepatnya di tempat parkir. Plat motor milik tiga pemuda pelaku kriminal dilihat dan dicatat kemudian akan dilaporkan ke kepolisian untuk ditindak. Sang satpam mengatakan kepada Mayu dan Anna untuk tidak usah khawatir sebab dia yang akan mengurus masalah ini.

Ingatan Anna sudah pulih 99%. Dia berpikir untuk pulang ke rumahnya. Namun Mayu tidak tega melihat Anna pulang dalam keadaan sendirian. Akhirnya Mayu ikut mengantarkannya pulang dengan menaiki sebuah taksi. Anna sangat berterima kasih kepada Mayu karena sudah banyak membantu. Anna sempat menceritakan kepada Mayu jika dirinya bekerja di sebuah perusahaan mobil dan menjabat sebagai Direktur Pemasaran.

Anna dan Mayu turun dari taksi, mereka sudah sampai di depan rumahnya Anna. Mayu berdiri menatap Anna, seakan merasa sedih saat harus berpisah. “An, sampai di sini dulu, ya. Ingatanmu sudah pulih. Sepertinya aku harus kembali. Senang bisa membantu memulihkan ingatanmu. Sampai jumpa lagi, ya.”

“Terima kasih, May.” Anna sempat meneteskan air mata, kemudian memeluk Mayu. Sosok Mayu amat begitu berjasa baginya. Dia berharap suatu saat nanti bisa bertemu lagi.

Tamat ....

Tokoh Utama:
1. Anna Tachibana
2. Mayu Kusunoki
3. Moa Tsukino
4. Sakura Nodoka
Pembuat:
Beňy
Genre:
Persahabatan
Daftar Episode:
» Episode 1 - Langit Mendung
» Episode 2 - Lari, Anna, Lari!
» Episode 3 - Perselisihan Nodoka dan Mayu
» Episode 4 - Petunjuk Pertama
» Episode 5 - Menguak Fakta (Tamat)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Artikel