BUNDESLIGA
Sabtu, 16 Desember 2017 – 21:30 WIB
Signal Iduna Park
o BORUSSIA DORTMUND
vs
TSG 1899 HOFFENHEIM
o
JADWAL PERTANDINGAN
Sabtu, 16 Desember 2017 – 21:30 WIB
Bundesliga
Borussia Dortmund TSG 1899 Hoffenheim
HIGHLIGHTS BUNDESLIGA
1. FSV Mainz 05 0 2 Borussia Dortmund

Sokratis 55'
Shinji Kagawa 89'

Sabtu, 02 September 2017

Otraigus Warriors - Episode 4

Otraigus Warriors
(Episode 4)


Otraigus Warriors

Informasi
Judul:
Otraigus Warriors
(Episode 4 - Menuju ke Otraigus)
Pembuat:
Beny Oki
Genre:
Aksi, Petualangan, Fiksi Ilmiah, Teknologi
Rating:
General
Pemeran:
1. Shinta Naomi
2. Jessica Veranda
3. Melody Nurramdhani Laksani
4. Shania Junianatha
5. Rizky Imanul
6. Agustinus Budianto
7. Beny Oki Sugiarto
8. Putu Adimarta Rachman
9. Luwdiger
10. Akira
11. Zack
12. Zoller


“Kenapa ....” Kedua mata Naomi berkaca-kaca. Melihat respon lambat dari Beny membuatnya sedikit kecewa. Entah, sepatah kata telah melukai hatinya. “Apakah kau tak ingin mengantarkanku kembali?”

Beny mengalihkan pandangan, tatapannya tertuju kepada Agustinus dan Rizky yang berdiri di dekatnya. Sejenak dia berpikir tentang hal ini. Jika salah membuat keputusan maka akan berakibat fatal. Di SkyForce, semua keputusan akan dipertanggungjawabkan nantinya. Agustinus dan Rizky pun hanya bisa tertegun, menatap ke arah lain.

“Naomi, bukan begitu ... setidaknya aku harus berkoordinasi dahulu dengan Komandan Adimarta,” ujar Beny yang saat itu sedang mempertegas keputusannya. “Dialah yang memegang semua kendali di SkyForce,” lanjutnya.

Agustinus berjalan mendekati Beny, kemudian mendorongnya ke depan. Tanpa berpikir lama, dia langsung menyuruhnya untuk mengantarkan Naomi kembali ke planetnya, yakni Otraigus. Rizky yang melihat kejadian ini hanya bisa tersenyum tipis. Dia berpikir jika saat ini situasinya sedang krusial. “Sudahlah, Ben ... kau tolong saja dia,”–tangan kanan Agustinus masih dalam situasi mendorong–“untuk masalah perizinanan nanti kami yang akan melaporkannya kepada Komandan Adimarta.”

“Benarkah itu tidak apa-apa, Gus?” tanya balik Beny, kedua kakinya masih menahan dorongan.

Agustinus memejamkan matanya, kemudian mengangguk. “Iya ... iya ... kau pergilah sendirian sebab aku dan Rizky harus tetap berada di sini. Sana, pergilah—”

Beny mengambil napas panjang, kemudian menghembuskan perlahan. “Baiklah, ayo ....”

“Iya ... ayo!” Naomi yang awalnya cemberut kini bisa tersenyum. Dia beruntung bisa bertemu dengan para pasukan elit pelindung Bumi yang bernana SkyForce. Bersama Beny, Naomi terbang kembali ke Planet Otraigus dengan menaiki Pesawat Galacta BMI-16. Dalam perjalanannya, Beny memutuskan untuk mengaktifkan mode auto pilot yang akan membuat pesawat menjadi terbang secara otomatis. Ada banyak batu luar angkasa yang kerap akan menghantam namun semua itu tidak berefek pada Pesawat Galacta BMI-16 yang telah dipasangi sistem yang canggih.

Di sela-sela perjalanannya, Beny beberapa kali menanyakan suatu hal kepada Naomi. “Naomi ....”

“Iya—” Naomi menoleh ke arah Beny. “Ada apa, Ben?”

“Sebelumnya maaf jika aku lancang. Jadi, apa tujuan utama Luwdiger sampai-sampai melakukan invasi besar-besaran di planetmu?” tanya Beny, sembari membuka data lokasi Planet Otraigus.

Naomi memejamkan mata, tak kuasa menahan rasa sedih. “Para pasukan Luwdiger tak memiliki perasaan. Mereka mengambil sumber daya yang ada, padahal itu adalah bagian dari keseimbangan planet.”

Beny yang mendengar ucapan Naomi menjadi terkejut. Dia mengerti perasaan yang dirasakan wanita yang duduk di sampingnya itu. “Ya, ampun ....”

Markas SkyForce.

Pihak SkyForce sedang berunding tentang pembuatan rudal raksasa yang mampu menempuh jarak lebih dari 1.000 km. Ide ini sebelumnya digagas oleh pimpinan tertinggi, yakni Komandan Adimarta. Dialah orang yang memegang semua kendali di SkyForce. Rapat dimulai, semua anggota duduk, siap menyambut rapat. “Terima kasih telah hadir dalam rapat tertutup kali ini.” Komandan Adimarta menatap satu per satu orang di sekitarnya. “Aku akan mengusulkan pembuatan rudal raksasa yang rencananya mampu menempuh jarak hingga lebih dari 1.000 km. Bagaimana menurut pendapat kalian?”

Rizky sempat melihat ke arah sampingnya, menatap Agustinus. “Aku berpikir jika proses pembuatannya bisa sampai tiga bulan lebih.”

Dengan memegang dagu, Agustinus berkata, “Ya, aku setuju dengan rencana ini. Tapi, apakah rencana ini akan sepenuhnya berhasil?”

Agustinus sempat merasa pesimis. Proses pembuatannya diprediksi akan memakan waktu yang lama. Di sisi lain, Rizky sepenuhnya mendukung rencana Komandan Adimarta. Agustinus berpikir jika musuh bisa saja menyerang tidak lama lagi. Menurutnya, pembuatan rudal akan menjadi hambatan.

Di sela-sela rapat yang menghasilkan pro dan kontra tersebut tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu seseorang dari arah luar ruangan. Agustinus yang berada di dalam ruangan merasa penasaran. Dia ingin tahu orang yang akan masuk ke dalam ruangan yang saat ini sedang berlangsung rapat tertutup. Tatapan tajam Komandan Adimarta lurus ke depan menuju ke arah pintu. “Masuk!”

Pintu dibuka dari arah luar, betapa terkejutnya Rizky dan Agustinus yang melihat sosok wanita yang berdiri dan tersenyum ke arah mereka. Komandan Adimarta berdiri dari kursinya, kemudian mempersilakan sang wanita untuk duduk dan bergabung dalam rapat.

Sambil meletakkan cangkir, Agustinus berbisik kepada Rizky. “Riz, siapa wanita cantik ini? Aku jarang melihatnya.”

“Aku tidak tahu.” Rizky memejamkan mata, lalu menggeleng-gelengkan kepalanya. “Bisa jadi dia adalah staff khusus Komandan Adimarta.”

Sang wanita meletakkan tas, lalu berkata, “Maaf, aku terlambat datang.”

Komandan Adimarta tidak merasa marah karena wanita tersebut memang tidak bertugas di SkyForce, namun di Departemen lain. “Ya, tidak apa-apa, Veranda. Selamat datang di SkyForce.”

“Veranda—” Rizky spontan melihat wajah wanita di dekatnya yang kini dikenal dengan nama Veranda.

“Selamat datang di SkyForce, Veranda.” Agustinus tersenyum, kedua matanya menyipit. “Namaku Agustinus ....”

“Baiklah ....” Komandan Adimarta melanjutkan perkataannya. “Dia ini bernama Jessica Veranda. Dia di sini sebagai perancang proyek yang sudah kita rencanakan.”

Di tempat lain, Beny dan Naomi memasuki kawasan yang tidak aman. Mereka berdua terbang melewati wilayah para Dragonoin—monster raksasa yang menyerupai naga—yang bisa datang tanpa prakiraan sebelumnya. Naomi merasakan firasat buruk. Dilihatnya beberapa batu luar angkasa yang dilewati Pesawat Galacta BMI-16. “Apa itu yang terbang di depan kita, Ben?” Naomi merasa panik.

Beny yang mendengar ucapan Naomi tidak langsung menjawab. Dia mencoba melihat situasi terlebih dahulu. “Itu adalah ...,” ucapnya dengan nada datar. “Dragonoin ....”

“Sialan ....” Jantung Naomi berdetak lebih cepat dari biasanya. Dragonoin yang tidak terima dengan keberadaan Beny dan Naomi yang masuk ke dalam wilayahnya langsung menyerang dengan menyemburkan bola api melalui mulutnya. Pertarungan sengit pun tak bisa dihindari. Beberapa serangan balik juga dilancarkan Beny melalui Pesawat Galacta BMI-16. Lebih dari lima peluru kendali telah dilepaskan. Dua peluru mengenai kaki kiri sang Dragonoin.

“Yeah ....” Tangan kanan Beny mengepal, lalu mengangkatnya. “Kau lihat itu, Naomi?”

Pertarungan tidak berhenti sampai di situ saja. Beny dan Naomi yang larut dalam kegembiraan tidak menyadari jika musuh yang mereka lawan masih hidup. Dragonoin kembali menyemburkan bola api. Serangan yang begitu cepat langsung menghantam bagian belakang sayap pesawat. Kejadian ini membuat Beny dan Naomi menjadi terkejut. Setelah terkena serangan, Pesawat Galacta BMI-16 yang mereka tumpangi kini berputar-putar dan sulit dikendalikan. Beny berteriak, “Payah ....”

Pesawat Galacta BMI-16 bergerak menuju ke arah planet yang belum diketahui namanya. Kedua tangan Beny masih mencoba mengendalikan pesawat. Dengan raut wajah marah, dia terus berusaha agar pesawat yang ditumpangi tidak meledak. Di sisi lain, Naomi sudah pasrah dengan keadaan yang dialaminya.

“Ternyata hanya sampai di sini saja ....” Naomi memejamkan mata, kedua telapak tangannya menutup wajahnya.

Beny yang duduk di sampingnya terus memberi motivasi agar selalu berpikir optimis. “Kau jangan berkata yang tidak-tidak, Naomi!”

Bersambung ....

Daftar Episode

2 komentar:

  1. Memasuki episode 4, Naomi dalam perjalanan kembali ke Otraigus. Tanpa diduga sebelumnya jika dalam perjalannya dia diserang oleh Dragonoin. Pertarungan pun terjadi, Dragonoin ternyata bisa mengusai keadaan. Pesawat yang dinaiki Naomi diserang oleh Dragonoin dan jatuh menuju planet yang belum diketahui namanya.

    Apa kalian tahu apa yang akan terjadi setelah ini? Tunggu kelanjutan ceritanya. Hahaha.

    BalasHapus
  2. Waduh.. Bisa kacau ini kalau pesawat galacta hancur..
    Semoga beny dan naomi bisa selamat ya..

    BalasHapus

Cari Artikel