BUNDESLIGA
Sabtu, 16 Desember 2017 – 21:30 WIB
Signal Iduna Park
o BORUSSIA DORTMUND
vs
TSG 1899 HOFFENHEIM
o
JADWAL PERTANDINGAN
Sabtu, 16 Desember 2017 – 21:30 WIB
Bundesliga
Borussia Dortmund TSG 1899 Hoffenheim
HIGHLIGHTS BUNDESLIGA
1. FSV Mainz 05 0 2 Borussia Dortmund

Sokratis 55'
Shinji Kagawa 89'

Kamis, 17 Agustus 2017

Otraigus Warriors - Episode 3

Otraigus Warriors
(Episode 3)


Otraigus Warriors

Informasi
Judul:
Otraigus Warriors
(Episode 3 - Kembalinya Sebuah Ingatan)
Pembuat:
Beny Oki
Genre:
Aksi, Petualangan, Fiksi Ilmiah, Teknologi
Rating:
General
Pemeran:
1. Shinta Naomi
2. Jessica Veranda
3. Melody Nurramdhani Laksani
4. Shania Junianatha
5. Rizky Imanul
6. Agustinus Budianto
7. Beny Oki Sugiarto
8. Putu Adimarta Rachman
9. Luwdiger
10. Akira
11. Zack
12. Zoller


Pertarungan masih berlanjut antara Rizky dan Agustinus yang melawan Akira dan Zack. Saat ini Akira dan Zack merasa unggul karena masing-masing menaiki satu pesawat sedangkan Rizky dan Agustinus hanya menaiki satu pesawat yang sama. Serangan kembali dilancarkan musuh. Melalui pesawat milik Akira, dia melepaskan peluru kendali yang mampu mengikuti setiap pergerakan pesawat yang menjadi targetnya. “Kalian akan segera hancur berkeping-keping.”

Satu tembakan berhasil dilepaskan Akira. Peluru kendali yang bergerak menuju ke Falconator F-16 lumayan cepat. Tidak ada cara lain bagi Rizky untuk menghindar. Sekali pun menghindar, pesawat miliknya tetap akan terkena hantaman. Agustinus merasa panik. “Riz, awas! Kita akan terkena tembakannya.”

Rizky berusaha keras menghindar, namun ternyata kehendak berkata lain. “Sial ....”

Falconator F-16 berhasil berbelok arah sedikit sebelum akhirnya bagian sayap kanan pesawat hancur terkena serangan Akira. Agustinus yang merasa panik pun berteriak-teriak keras sedangkan Rizky tetap fokus mengendalikan Falconator F-16 yang saat ini jatuh menuju ke laut. Kepulan asap hasil hantaman peluru kendali terlihat jelas. Hal ini membuat Beny merasa penasaran dengan yang dilihatnya di beberapa kilometer dari pandangannya. “Apa itu?”

Falconator F-16 berputar-putar jatuh ke laut. Beny yang tahu akan hal ini mencoba menghubungi kedua rekannya tersebut. “Riz ... Gus, kalian tidak apa-apa, ’kan? Jawab aku!”

Rizky dan Agustinus yang berada di Pesawat Falconator F-16 tidak langsung menjawab sehingga membuat Beny merasa khawatir, kelopak matanya berkaca-kaca. “Sial ... mereka tak menjawab.”

Beny naik pitam, tatapannya tajam mengarah ke pesawat milik Akira dan Zack. “Lawan aku!”

“Kau ingin mengalami seperti mereka?” ujar Akira dengan nada tak menyenangkan. “Kau pun akan mengalami nasib yang sama.”

Zack yang berada di pihak Akira tidak banyak bicara. Dia fokus dalam pertarungan. “Dua lawan satu, ya?”

Satu misil dilepaskan dari Pesawat Galacta BMI-16 yang dinaiki Beny. Misil yang mengarah ke musuh bergerak lambat sehingga Akira dan Zack mampu menghindar. Pertempuran yang terjadi tidak secepat yang diharapkan, kedua pihak masih mencari celah untuk menyerang.

“Hanya itu?”–Akira menyiapkan peluru kendali–“kau perlu melihat ini.”

Detak jantung Beny berdebar lebih cepat dari sebelumnya. “Apa yang akan dia lakukan?”

Peluru kendali dilepaskan kembali oleh Akira. Pergerakannya masih sama seperti pada waktu menyerang Rizky dan Agustinus. “Rasakan ini—”

“Aaaaah ....” Galacta BMI-16 bergerak menghindar. Ternyata peluru kendali yang mengarah sedikit melenceng sehingga Beny bisa sedikit bernapas lega. Melihat serangan yang dilancarkan Akira membuatnya teringat akan suatu hal. Dia teringat jika di pesawat yang dinaikinya sudah dipasangi amunisi baru, sejenis peluru kendali. Beny pun langsung mencoba persenjataan barunya tersebut. Tak berlama-lama untuk mengambil keputusan, dua peluru kendali dilepaskan. Peluru kendali yang dilepaskan Pesawat Galacta BMI-16 ternyata bergerak lebih cepat jika dibandingkan dengan milik Akira atau juga Zack.

Kedua mata Zack melotot. “Akira, apa itu yang bergerak ke arah kita?”

Akira yang berada di depan Zack fokus mengamati. Dia menyipitkan matanya. “Sepertinya itu ....,” balasnya, lirih. “Menghindar, Zack! Itu peluru kendali berkecepatan tinggi!”

“Apa? Tidak mungkin,” sahut Zack.

Akira dan Zack telah berada dalam kepanikan yang tinggi. Keduanya berusaha menghindari serangan yang dilancarkan Beny. Tak ada celah untuk menghindar, kedua pesawat milik Akira dan Zack pun kini hancur berkeping-keping. Beny yang telah menang dalam peperangan tak menunjukkan raut wajah senang. “Tak ada satu pun yang boleh mengganggu di sini.”

Setelah perang melawan Akira dan Zack berakhir, Beny kemudian bergegas pergi menuju ke pesawat milik Rizky dan Agustinus yang sempat jatuh ke laut. Pesawat Galacta BMI-16 yang dinaiki Beny sudah dipasangi sistem yang mampu mendarat di laut. Dia tersenyum ketika melihat kedua rekannya yang terapung di air. Rizky dan Agustinus terapung, keduanya sudah memakai alat pelampung sesaat sebelum pesawat telah jatuh ke laut. “Hah, syukurlah.”

“Kawan!” Beny berteriak memanggil. “Kalian tidak apa-apa, ’kan?”

Agustinus masih memejamkan mata. “Sepertinya aku kenal suara itu,”–dia kemudian membuka kedua matanya perlahan–“apa itu kau, Ben?”

“Ya, ini aku,” balas Beny. Perasaan lega menghiasi raut wajahnya. “Maaf, aku terlambat datang.”

“Aku tahu itu. Aku beberapa kali menghubungimu tetapi kau tak merespon,” tambah Rizky dalam keadaan lemas, nada suaranya datar.

Beny lantas membawa Rizky dan Agustinus kembali ke markas. Melihat kedua rekannya tersebut membuatnya ingin mengecek keadaannya lebih mendalam lagi.

Markas Pertahanan SkyForce.

Di SkyForce, Rizky berjalan terpincang-pincang. Dirinya masih terkejut oleh perlawanan musuh yang dianggapnya sangat berbahaya. “Oh, aku sampai lupa. Tadi di markas kita ada seorang wanita, siapa dia?” Beny bertanya kepada Rizky.

“Ya, aku yang telah membawanya ke sini. Dia adalah ....” Rizky menghentikan sesaat perkataannya sebab di depannya sudah muncul sosok wanita yang dimaksud, yakni Naomi. Rizky, Beny, dan Agustinus terkejut melihat Naomi yang menatap dengan tatapan kosong. Tatapan Naomi seperti tak mengarah ke sesuatu. Ternyata saat ini Naomi menerima pesan melalui pikirannya. Seseorang memintanya untuk kembali ke Planet Otraigus.

“Naomi ... Naomi ... Naomi ... kembalilah ....” Begitulah pesan yang muncul begitu saja melalui pikirannya. Beny yang tepat berada di depannya pun merasa bingung. Naomi terlihat semakin tak kuat menerima pesan tersebut. Rizky dan Agustinus juga merasakan kebingungan yang sama seperti yang dirasakan Beny.

Naomi berucap, “Siapa kau?”–kedua tangannya memegang kepalanya–“tunjukkan dirimu!”

Agustinus menoleh ke arah Rizky. “Kenapa dia?”

Rizky menggeleng-gelengkan kepalanya. “Entahlah ....”

Tak berselang lama, Naomi kini pingsan. Hal ini membuat Rizky, Beny, dan Agustinus semakin bingung. Agustinus kemudian menanyakan hal ini kepada Rizky sebab dialah yang membawa wanita yang belum jelas identitasnya tersebut ke Markas Pertahanan SkyForce. Tak hanya Agustinus saja, Beny pun demikian. Melihat kedua rekannya yang bertanya membuat Rizky merasa bersalah. Rizky lantas menjelaskan kejadian yang sebenarnya.

“Huuuuuh ....” Rizky menghela napas panjang, mencoba menenangkan diri. “Aku bertemu dengan Naomi ketika dia diserang Zoller. Saat itu dia berada dalam keadaan yang kurang baik. Kalau tidak kutolong mungkin nasibnya akan berubah. Dia terlihat seperti hilang ingatan. Maka dari itu aku membawanya ke SkyForce.”

Beny yang mendengar keterangannya Rizky kini sudah paham. “Jadi begitu, ya?”

“Sepertinya dia akan menjadi beban kita,” sela Agustinus yang saat ini merasa terbebani. “Bagaimana jika Komandan Adimarta tahu tentang hal ini?”

Hampir kurang dari satu jam Naomi tak sadarkan diri, kini dia mulai siuman. Dia membuka kedua matanya, memandang ke arah Rizky, Beny, dan Agustinus. Naomi terkejut saat dirinya berada di tempat tidur. “Di mana aku ini?”

Rizky memegang kening Naomi, kemudian bertanya, “Kau sudah sadar, ya?”

“Apa ingatanmu sudah pulih?” tambah Beny sembari memberi secangkir air putih.

Naomi menjawab, “Iya ...,”–dia mencoba bangkit dari tempat tidur–“aku ingat semuanya.”

Naomi menceritakan kejadian yang sebenarnya sampai pada akhirnya dia terlempar ke Planet Bumi. Dimulai ketika Luwdiger yang memporak-porandakan Planet Otraigus. Naomi yang saat itu menjadi pemimpin di Planet Otraigus harus dihadapkan dengan kenyataan pahit. Dia harus berjuang melawan kekejaman Luwdiger. Nasib buruk pun menimpanya ketika harus kalah dan akhirnya Luwdiger mengirimkannya ke Planet Bumi.

Agustinus membuka mata lebar-lebar. “Jadi, kau adalah—”

Tatapan Naomi tertuju ke arah Agustinus. “Ya, aku adalah pemimpin di Planet Otraigus. Ingatanku sempat hilang saat bertarung melawan Luwdiger.”

Sambil memukul tembok. “Mereka semua kejam ....” Rizky menjadi sangat marah setelah mendengar cerita Naomi. Dia berpikir jika musuh semakin tidak berperasaan dan hanya mementingkan kepentingan pribadinya.

“Ben—”–tangan Naomi memegang tangan Beny–“bisakah kau membantuku? Antarkan aku kembali ke Planet Otraigus. Ada sesuatu yang harus kuselesaikan di sana.”

Beny merasa prihatin dengan yang dialami Naomi. Dia kemudian mengalihkan pandangannya. “Tapi—”

Bersambung ....

Daftar Episode

6 komentar:

  1. Aduh seru banget tapi harus berakhir kecewa saya karena bersambung. Ok mas ben tak tunggu kelanjutannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sedih ya Mbak karena bersambung? Haha. OK, ditunggu saja kelanjutan ceritanya.

      Hapus
  2. Kira2 apa yang menyebabkan Naomi pinsan ? Apa karena dia (naomi) masih syok dengan kejadian yang memporak-porandakan planetnya? kasihan banget nasipnya naomi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kita tunggu saaja kelanjutan ceritanya. Makasih sudah mampir.

      Hapus

Cari Artikel