BUNDESLIGA
Sabtu, 16 Desember 2017 – 21:30 WIB
Signal Iduna Park
o BORUSSIA DORTMUND
vs
TSG 1899 HOFFENHEIM
o
JADWAL PERTANDINGAN
Sabtu, 16 Desember 2017 – 21:30 WIB
Bundesliga
Borussia Dortmund TSG 1899 Hoffenheim
HIGHLIGHTS BUNDESLIGA
1. FSV Mainz 05 0 2 Borussia Dortmund

Sokratis 55'
Shinji Kagawa 89'

Selasa, 15 Agustus 2017

Memoria - Episode 4

Peringatan:
Cerita ini adalah karangan dari penulis dan sifatnya hanya fiksi. Tidak bermaksud merugikan pihak tertentu. Tokoh utama di cerita ini diambil dari 4 member idol group underground beraliran musik pop, rock, metal, dan electronic-pop, yakni Kamen Joshi. Mereka adalah Anna Tachibana, Mayu Kusunoki, Moa Tsukino, dan Sakura Nodoka.
Cerita:
Cerita ini berawal ketika Anna diculik oleh tiga orang tak dikenal. Anna adalah anak dari seorang pengusaha kaya raya. Penculik menginginkan tebusan uang dalam jumlah yang banyak kepada orangtuanya Anna. Ketika dalam penyekapan, Anna berhasil meloloskan diri. Dia terus berlari menjauhi para penculik. Nasib buruk menimpanya ketika dia mengalami kasus tabrak lari oleh orang tak dikenal. Dia kemudian ditemukan tak sadarkan diri oleh Mayu di pinggir jalan. Seketika itu ingatannya menghilang.

【Memoria】



(Episode 4 - Petunjuk Pertama)

“Dasar aneh.” Mayu melontarkan perkataan tersebut kepada Nodoka. Perlakuan Nodoka terhadapnya tidak terlalu dipikirkan sebab hal itu adalah hal yang wajar antara atasan dan bawahan. Namun sikap semena-mena Nodoka kerap membuat Mayu menjadi kesal. Dia kemudian bergegas ke ruangan tempat dia bekerja, yakni dapur restoran. Hal yang dikerjakannya saat ini adalah menyiapkan beberapa menu makanan yang siap dipesan. Tak lupa juga penampilannya selalu dijaga demi membuat kualitas restoran menjadi prioritas para pelanggan.

Suasana restoran pada waktu itu terlihat sepi karena baru dibuka saat jam kerja. Biasanya akan ramai jika sudah memasuki jam 10 siang. Tak lama berselang datanglah tiga orang pemuda yang akan memesan makanan. Ketiga pemuda tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah Antok, Joni, dan Dian. Mereka adalah orang yang menculik Anna.

Dian mendatangi Mayu yang sedang berada di ruang pemesanan. “Mbak, aku pesan makanan yang paling murah.”

Mayu terkejut. “Makanan yang paling murah, ya?”–sambil mengambil daftar menu makanan–“minumnya?”

“Minumnya air putih saja.” Dian lalu kembali ke meja tempat Antok dan Joni berkumpul.

“Ya ampun ... baru kali ini ada orang yang memesan menu makanan seperti itu.” Mayu menyiapkan makanan yang telah dipesan. Meski begitu dia tetap merasa rendah hati jika memang pelanggannya memesan makanan yang tidak biasa. Ketika sedang meracik hidangan, Mayu tidak sengaja mendengar perbincangan yang dilakukan antara Antok kepada Joni. Perbincangan antara mereka terdengar tidak wajar.

“Jon, wanita yang kabur pada waktu itu kira-kira masih hidup atau tidak, ya?” Antok melepas jaketnya yang berwarna hitam.

Joni merasa sangat yakin jika wanita yang lolos dari penculikan sudah tidak berdaya. “Melihat kondisinya saat itu sepertinya dia sudah tidak tertolong lagi.”

Dian menyela, “Jon, karena wanita itu, kau hampir saja akan membunuhku.”

“Kau jangan memancingku.” Joni berkata demikian setelah melihat perilaku Dian yang kini sudah tak sejalan.

Dian yang telah membuat Anna berhasil melarikan diri. Karena sikapnya itulah yang membuat Antok dan Joni menjadi kesal. Dian memang orang yang tidak tega kalau melihat ada orang yang diperlakukan tidak semestinya. Dian berucap, “Aku ....”

“Ada apa?” Antok bertanya, tatapan curiga terlihat di raut wajahnya.

“Aku ....” Dian menghentikan sesaat ucapannya. “Aku berpikir jika yang kita lakukan ini sangat tidak pantas.”

Joni menarik kerah bajunya Dian. “Dasar kau—”

Melihat pelanggannya seperti itu membuat Mayu bertanya-tanya. Dia merasa gagal paham dengan ucapan yang didengarnya. “Aneh ... apa yang mereka bahas, sih?”

Tak sampai di situ, Mayu sempat mendengar ada kata penculikan yang membuatnya curiga. Mayu berjalan perlahan sembari membawa makanan yang telah dipesan. “Ini makanan yang tadi dipesan.”

“Ya ....” Antok hanya berucap dengan sepatah kata saja, tanpa melihat Mayu.

Beberapa saat setelah itu Mayu mulai sadar dengan makna dari perbincangan antara Antok, Joni, dan Dian. Dia mencoba mengaitkan hal ini dengan yang dialami Anna. “Apa benar wanita yang mereka bicarakan adalah Anna?”

Mayu duduk termenung di dapur restoran. Dia sedang memikirkan hal tersebut. “Sepertinya aku harus segera memulihkan ingatannya Anna.”

Rumah Mayu, sore hari.

Mayu mengetuk pintu rumahnya. “Anna, aku pulang.”

“Iya, tunggu sebentar.” Anna yang berada di dalam rumah akan membukakan pintu.

Pintu dibuka ....

“Ya ampun ....” Mayu mengalihkan sesaat pandangannya dari Anna. “Apa yang kau pakai itu?”

Anna tersenyum lebar. “Memangnya ada apa, May?”

Mayu merasa kaget ketika Anna memakai pakaian seksi miliknya yang sudah lama tak terpakai lagi. “Itu pakaian yang—”

“Bagaimana ... aku cantik, ’kan?” Anna bergaya seperti seorang model.

“Eh ... eh ... eh ... cepat ganti pakaianmu sana.” Mayu mendorong masuk Anna, pipinya memerah.

Mayu tak habis pikir dengan perubahan perilaku Anna semenjak mengalami hilang ingatan. Anna yang sekarang justru suka berdandan. Dalam hati, Mayu berkata, “Bagaimana ini? Mengapa sekarang perilakunya berubah, ya? Aku harus segera cari cara cepat untuk mengembalikan ingatannya.”

“May, ada apa?” Anna seakan terlihat menjadi wanita yang berwatak polos. Watak seperti ini justru membuat Mayu menjadi was-was.

“An, aku ingin menanyakan sesuatu kepadamu,” ujar Mayu kepada Anna. “Jawab dengan serius, ya.”

Anna tersenyum. “Kau ingin bertanya tentang apa?”

Mayu melihat ke arah jendela. Awalnya dia merasa tak enak saat menanyakan hal ini. Tapi, bagaimana pun juga harus dia tanyakan meski nantinya akan terdengar menyakitkan. “An, sebelum kau tak sadarkan diri pada waktu itu, apa yang sebenarnya terjadi?”–jari-jari Mayu menyilakan rambutnya yang terurai panjang–“kau masih ingat, ’kan?”

Anna memegangi kepalanya. “Pada saat itu aku tidak ingat, tapi sepertinya aku merasa sangat lelah.”

“Lelah?” Mayu berkata dalam hati. “Apa lelah yang dimaksud adalah lelah karena melarikan diri, ya?”

Perlahan tapi pasti, misteri ingatan Anna yang hilang akan dicari penyebabnya oleh Mayu. Saat ini Mayu baru memperoleh satu petunjuk, namun petunjuk ini akan segera membuka petunjuk lain yang akan segera diketahuinya.

Bersambung ....

Tokoh Utama:
1. Anna Tachibana
2. Mayu Kusunoki
3. Moa Tsukino
4. Sakura Nodoka
Pembuat:
Beňy
Genre:
Persahabatan
Daftar Episode:
» Episode 1 - Langit Mendung
» Episode 2 - Lari, Anna, Lari!
» Episode 3 - Perselisihan Nodoka dan Mayu
» Episode 4 - Petunjuk Pertama
» Episode 5 - Menguak Fakta (Tamat)

6 komentar:

  1. Keren mas novelnya,,kayaknya bersambungnya boleh di tunggu nih...

    BalasHapus
  2. wuiih, keren ben. itu posternya bikin sendiri?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, itu poster versi baru. Dulu sudah ada cuma aku ganti kayak yang sekarang ini. Hehe.

      Hapus
  3. Lihat poster gambarnya keren juga editannya.

    Mmm..keliatannya anna blom sadar sepenuhnya ya..
    Ok ditunggu kelanjutannya

    BalasHapus
  4. Seru banget ceritanya mas beny, sayang lagi-lagi harus bersambung..

    BalasHapus

Cari Artikel