BUNDESLIGA
Sabtu, 16 Desember 2017 – 21:30 WIB
Signal Iduna Park
o BORUSSIA DORTMUND
vs
TSG 1899 HOFFENHEIM
o
JADWAL PERTANDINGAN
Sabtu, 16 Desember 2017 – 21:30 WIB
Bundesliga
Borussia Dortmund TSG 1899 Hoffenheim
HIGHLIGHTS BUNDESLIGA
1. FSV Mainz 05 0 2 Borussia Dortmund

Sokratis 55'
Shinji Kagawa 89'

Minggu, 06 Agustus 2017

Agen SA-8F - Episode 8

Peringatan:
Cerita ini adalah karangan dari penulis dan sifatnya hanya fiksi. Tidak bermaksud merugikan pihak tertentu. Kenapa judulnya “Agen SA-8F”? “SA” adalah inisial dari nama Saiki Atsumi sedangkan “8F” adalah tanggal lahirnya, yakni 8 Februari.
Inspirasi:
Cerita ini terinspirasi dari para personel grup band beraliran hard rock dan heavy metal, yakni BAND-MAID.

【Agen SA-8F】



(Episode 8 - Lepas)

Hari sudah menjelang sore, Atsumi dan Miku berada pada jalur yang tepat saat mengejar Alan. Mobil Mercedes-Benz yang dikendarai Alan pun mengalami masalah teknis, kecepatannya menjadi berkurang. Atsumi yang tahu akan hal ini mencoba menerka-nerka situasi. Kejadian ini memang tidak diduga sebelumnya. Alan yang kala itu berada pada rasa percaya diri yang tinggi kini menjadi was-was. Dengan rasa emosional, Atsumi yang mengendarai mobil Volkswagen terus menghimpit mobil Alan. Saat roda bagian samping mobil sudah menggesek trotoar, Alan berpikir akan kabur dengan cara berlari.

“Wanita ini ternyata sangat brutal,” pungkas Alan yang sudah kehilangan akal.

Miku yang duduk di samping Atsumi terus berteriak-teriak. “Atsumi, ayo! Himpit terus Alan!”

“Rasakan itu!” Atsumi tak memiliki rasa kompromi akan hal ini.

“Cuih,”–tangan kiri Alan membuka pintu mobil–“kalau duel fisik, kalian belum tentu bisa mengalahkanku.”

Begitulah ucapan Alan yang saat itu memilih keluar dari mobil. Dia sadar jika mobilnya sudah tidak bisa melaju dengan cepat. Raut wajah Alan yang meledek membuat Atsumi dan Miku menjadi geram. Alan sulit ditangkap karena memiliki watak yang tidak mudah menyerah. Jarak antara Alan dengan Atsumi dan Miku hanya beberapa meter saja, namun pergerakan Alan sangat cepat.

Atsumi membuka pintu mobil, wajahnya merasa sangat panik saat Alan mulai menjauh. “Cepat, kejar dia. Kalau begini kita akan kehilangan jejaknya.”

Miku merasa seperti ditinggalkan Atsumi. Pergerakannya memang tak secepat Atsumi, namun dia yakin bisa mengimbangi. “Iya, Atsumi, ini aku juga akan mengejar.”

Alan masuk ke dalam hotel yang berlokasi di sebelah toko buku. Sejenak Atsumi dan Miku berhenti di depan pintu masuk. Keduanya sedang memikirkan cara yang tepat untuk menangkap Alan tanpa perlu membuat penghuni hotel menjadi panik. Atsumi memberi arahan kepada Miku agar memasukkan pistol ke dalam saku celananya. “Miku, jaga perilakumu dan jangan membuat hal-hal yang mencurigakan. Paham?”

“Eh ... iya, baiklah.” Miku akan menahan segala perilakunya yang selama ini belum pernah dicoba.

Atsumi dan Miku perlahan masuk ke dalam hotel. Keduanya memasang raut wajah tersenyum. Di dalam hotel, mereka berdua sudah disambut oleh pegawai resepsionis. Langkah kaki yang santai membuat mereka bisa mengawasi setiap sisi. Atsumi fokus melihat ke arah kiri sedangkan Miku arah sebaliknya. “Di mana dia, ya?” kata Miku, lirih.

Atsumi menjawab, “Tetaplah jaga sikapmu, Miku!”

“Iya, tadi ’kan kau sudah mengatakan,” sahut Miku.

Alan yang saat ini berada di lantai atas sedang mengawasi Atsumi dan Miku yang berada di lantai bawah. Dia merasa cukup aman dengan lokasi persembunyiannya saat ini. “Sial, kenapa mereka terus saja mengikutiku?”

Atsumi menatap ke lantai atas. “Itu dia!”

“Ada apa?”–Miku ikut menatap ke atas–“ternyata dia di sana.”

Di lantai atas, Alan merasa sangat menguasai situasi karena di sinilah tempat dia menginap. Pistol andalan yang disimpan di kamar dan belum sempat dibawanya kemudian diambil. Alan membidik Atsumi dan Miku. “Haha. Kalian akan habis di tempat ini!”

“Miku ... menghindar!” Atsumi mendorong Miku ke kanan hingga terjatuh. Tembakan yang dilepaskan Alan tepat mengenai lengan kiri Atsumi. Penghuni hotel yang melihat kejadian ini pun menjadi panik. Mereka berlari menyebar. Miku mencoba menolong Atsumi yang saat ini lengannya berdarah.

“Kau tidak apa-apa, Atsumi?” Miku bertanya, hatinya merasa deg-degan. Dia mencoba membersihkan darah di lengan kiri Atsumi menggunakan tisu.

“Aku tidak apa-apa,”–Atsumi mencoba bangkit–“sebaiknya kau pergi saja.”

Miku menggeleng-gelengkan kepalanya. “Tidak mau, aku di sini akan membantumu.”

“Benarkah itu?” Atsumi tersenyum sembari menahan rasa sakit. “Kita kepung dia di atas.”

“Em ....” Miku menganggukkan kepalanya.

Miku dan Atsumi berjalan ke lantai atas. Mereka yakin jika Alan akan tertangkap di sana. Miku sebenarnya merasa tidak tega melihat keadaan Atsumi saat ini yang masih memegang lengannya yang terluka. Di sisi lain, Alan kembali menyiapkan amunisinya berupa pistol yang siap dia gunakan untuk berjaga-jaga. Dia berjalan menjauh sembari mengawasi pergerakan Atsumi dan Miku yang terus mengikutinya. Tidak ada cara lain bagi Alan untuk melarikan diri. Saat ini posisinya sedang krusial. “Satu dari mereka sudah tak berdaya.”

Pergerakan cepat Alan membuat Miku menjadi sulit untuk mengikuti, begitu pun juga dengan Atsumi. Alan kini benar-benar menghilang dari pandangan mereka berdua. Setiap ruang kamar di lantai atas selalu diamati, namun Miku dan Atsumi sudah kehilangan jejak. Miku merasa kecewa. Marah tentu menjadi hal yang lumrah ketika rencana yang dibuat Atsumi dan Miku telah gagal.

“Kita kehilangan jejaknya.” Atsumi memejamkan kedua matanya. Tangan kanannya memegang lengan kiri.

Miku menoleh ke arah Atsumi. “Di luar dugaan.”

Atsumi menggeleng-gelengkan kepalanya. “Huh—”

“Atsumi, jadi ... apa rencana kita selanjutnya?” Miku berjongkok, menggaruk-garuk kepalanya.

Atsumi menatap ke atas. Dia tidak langsung menjawab. Kedua tangannya mengepal. “Tidak ada. Kita sebaiknya kembali ke tempat Liviana.”

“Benar juga,” kata Miku. “Kita hampir lupa dengan Liviana. Bagaimana keadaannya sekarang, ya?”

Kegagalan Atsumi dan Miku menangkap Alan membuat keduanya memutuskan untuk kembali ke tempat Liviana dirawat.

Bersambung ....

Tokoh Utama:
1. Saiki Atsumi (sebagai Agen “Atsumi” SA-8F)
2. Miku Kobato (sebagai Miku)
3. Kanami Touno (sebagai Kanami)
4. Misa (sebagai Misa)
5. Akane Hirose (sebagai Achi)
Pembuat:
Beňy
Genre:
Aksi, Petualangan, Teknologi, Intelijen
Daftar Episode:
» Episode 1 - Permulaan
» Episode 2 - Menuju ke Skandinavia
» Episode 3 - Lari, Miku!
» Episode 4 - Menyergap Marco
» Episode 5 - Miku Telah Kembali
» Episode 6 - Target Operasi
» Episode 7 - Krusial
» Episode 8 - Lepas

2 komentar:

  1. Wah dugaanku ternyata meleset, Alan ternyata bisa lolos dari Atsumi dan Miku, Alan memilih keluar dari mobil untuk menghindari Atsumi dan Miku
    Ternyata Alan menguasai tempat didukung pula dg senjatanya, apa mungkin Alan benar2 lepas dari Miku dan Atsumi? Entahlah aku memilih menunggu saja cerita selanjutnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alan sulit ditangkap. Atsumi dan Miku padahal berdua sedangkan Alan cuma sendirian.

      Hapus

Cari Artikel