BUNDESLIGA
Sabtu, 16 Desember 2017 – 21:30 WIB
Signal Iduna Park
o BORUSSIA DORTMUND
vs
TSG 1899 HOFFENHEIM
o
JADWAL PERTANDINGAN
Sabtu, 16 Desember 2017 – 21:30 WIB
Bundesliga
Borussia Dortmund TSG 1899 Hoffenheim
HIGHLIGHTS BUNDESLIGA
1. FSV Mainz 05 0 2 Borussia Dortmund

Sokratis 55'
Shinji Kagawa 89'

Jumat, 21 Juli 2017

Bersama Hülkenberg, Renault Kuat

Judul tulisan “Bersama Hülkenberg, Renault Kuat” akan menjadi pembahasan saya kali ini. Ada yang menjadi penggemar tim Renault Sport F1—dari Prancis—yang di musim balapan 2016 hanya mampu memperoleh 8 poin saja? Ya, 8 poin. Apa pantas tim pabrikan sekelas Renault hanya mampu mendulang 8 poin? Saya rasa tak pantas jika melihat penampilan Red Bull Racing yang memakai mesin Renault yang di-rebranding menjadi TAG Heuer. Harusnya mereka mampu mengimbangi Red Bull Racing.

Sedikit aneh jika tim pabrikan kalah dengan tim konsumen. Pada musim 2016, Renault seakan terseok-seok. Jolyon Palmer dan Kevin Magnussen tak mampu berbicara banyak. Secara hitung-hitungan, penampilan Magnussen bersama Renault lebih cemerlang, setidaknya mampu meraih 7 poin sepanjang kompetisi 2016. Palmer masih kurang beruntung, dia hanya mampu meraih 1 poin.


Nico Hülkenberg

Di musim balapan 2017, Renault perlahan bangkit. Renault merekrut Nico Hülkenberg yang di musim 2016 memperkuat Force India dan mempertahankan Jolyon Palmer. Kevin Magnussen yang di musim 2016 memperkuat Renault akhirnya memilih hengkang ke Haas. Bergabung dengan Haas di 2017, Magnussen justru tampil lebih baik dari musim 2016. Fakta membuktikan jika Hülkenberg mempunyai kemampuan bagus. Di seri 1 dan seri 2, dia meraih P11 dan P12. Setelah itu, Hülkenberg bisa finis 10 besar di 3 balapan berikutnya. Seri 3, 4, dan 5, dia finis di P9, P8, dan P6. Jika membandingkan dengan Palmer—rekan setim Hülkenberg—jelas berbeda. Palmer meraih hasil yang kurang bagus sejak awal-awal musim.

Saya terkejut dengan peningkatan penampilan tim Renault. Terlepas dari gaya bertarung Hülkenberg yang pantang menyerah, Renault juga mengimbanginya dengan inovasi peningkatan mesin. Jadi, saya rasa Renault perlahan akan mampu merangsak ke papan tengah.

5 komentar:

  1. Semoga Renault semakin kompetitif agar F1 menjadi arena pertarungan para konstruktor tangguh.

    BalasHapus
  2. Sport F1 dulu aku suka tapi akhir-akhir ini tak pernah nonton lagi, soalnya mama sering ngomeli.

    BalasHapus

Cari Artikel