BUNDESLIGA
Sabtu, 16 Desember 2017 – 21:30 WIB
Signal Iduna Park
o BORUSSIA DORTMUND
vs
TSG 1899 HOFFENHEIM
o
JADWAL PERTANDINGAN
Sabtu, 16 Desember 2017 – 21:30 WIB
Bundesliga
Borussia Dortmund TSG 1899 Hoffenheim
HIGHLIGHTS BUNDESLIGA
1. FSV Mainz 05 0 2 Borussia Dortmund

Sokratis 55'
Shinji Kagawa 89'

Kamis, 25 Mei 2017

Otraigus Warriors - Episode 2

Otraigus Warriors
(Episode 2)


Otraigus Warriors

Informasi
Judul:
Otraigus Warriors
(Episode 2 - Serangan Akira dan Zack)
Pembuat:
Beny Oki
Genre:
Aksi, Petualangan, Fiksi Ilmiah, Teknologi
Rating:
General
Pemeran:
1. Shinta Naomi
2. Jessica Veranda
3. Melody Nurramdhani Laksani
4. Shania Junianatha
5. Rizky Imanul
6. Agustinus Budianto
7. Beny Oki Sugiarto
8. Putu Adimarta Rachman
9. Luwdiger
10. Akira
11. Zack
12. Zoller


Di Valkurei—markas musuh yang berada di luar angkasa—sedang mengadakan perundingan untuk menginvasi Planet Bumi. Rencana ini digagas oleh Luwdiger—pimpinan tertinggi—yang tidak memiliki jiwa manusiawi. Dia akan mengambil alih semua kendali di Bumi, termasuk mengambil semua sumber daya yang ada. Akira, sang tangan kanan Luwdiger datang membawa data-data yang dibutuhkan. Dia adalah pria bertubuh tinggi dan kekar yang memiliki masa lalu yang buruk. Pada waktu itu, dia pernah menghabisi nyawa beberapa orang terdekatnya hanya demi membentuk mental dan nyali.

“Aku sudah memikirkan tahapan-tahapan untuk rencana kita.” Perkataan Akira yang terkesan dingin membuat Luwdiger menjadi semakin mempercayai akan tugasnya. Selama ini Luwdiger yang telah membuat Akira mempunyai jati diri sebagai seorang penghancur.

Luwdiger membuka data untuk mencari lokasi yang tepat melalui komputernya. “Aku ingin kau segera datang ke lokasi yang kau maksud.”

Akira menundukkan kepalanya. “Siap, segera aku—”

“Tunggu ....” Terdengar suara sahutan yang memotong pembicaraan antara Luwdiger dan Akira. Dia adalah Zack yang sering merasa kurang sependapat dengan yang dikatakan Luwdiger dan Akira.

Luwdiger spontan menatap Zack yang berdiri menantang. “Ada apa?”

“Ini adalah rencana yang akan membuat orang-orang di Bumi menjadi menderita. Begitu juga saat kau menciptakan para Zoller yang tidak jelas itu.” Zack berteriak di depan Luwdiger. Akira yang berada di sampingnya hanya mengamati tanpa ekspresi. Hanya Zack yang berani menentang setiap rencana Luwdiger yang menurutnya hanya akan membuat kerugian.

Akira berjalan mendekati Zack, tangannya mengepal. “Ucapanmu hanya akan berakhir sia-sia. Kau tahu itu?”

“Dasar kau!” Zack membalas perkataannya. Situasi memanas ketika Zack dan Akira berselisih paham.

Melihat akan hal ini, Luwdiger tak tinggal diam saat melihat anak buahnya saling berdebat. “Sudahlah,”–dia tampak tersenyum jahat, berjalan perlahan–“sebaiknya kau hentikan tingkahmu itu, Zack!”

“Sial, ternyata dia memihak kepada Akira,” ucap Zack dalam hati. Perasaannya kini menjadi kecewa.

Hari berikutnya ....

Luwdiger memerintahkan Akira dan Zack menuju ke Bumi. Keduanya pergi menggunakan pesawat canggih yang dilengkapi amunisi yang bisa menghancurkan gedung yang menjulang tinggi ke langit. Saat ini, Akira dan Zack masih belum bisa menyatukan pendapat. Meski begitu keduanya akan tetap mengambil data di Bumi yang akan menjadi bahan penelitian. Kedua pesawat yang dinaikinya ternyata tertangkap sinyal satelit saat memasuki Bumi. Markas Pertahanan SkyForce melalui Komandan Adimarta memberi himbauan kepada semua pasukannya. “Sinyal satelit kita mendeteksi dua pesawat canggih yang bukan berasal dari Bumi. Segera hadang menggunakan Falconator F-16!”

“Kau dengar itu?” kata Agustinus yang saat ini sedang memasang amunisi tambahan di Falconator F-16. “Pesawat ini sudah mengalami penambahan sistem sejak aku kerjakan dua bulan yang lalu.”

Rizky merasa sangat gembira. “Ya, aku bisa melihat perubahannya.”

“Ada apa?” Naomi merasa bingung dengan situasi yang sedang terjadi. “Sepertinya ada keadaan gawat darurat, ya?”

Rizky menghampiri Naomi, kemudian menepuk pundaknya. “Kau tetap di sini dan jangan pergi ke mana-mana, paham?”

“Baiklah.” Naomi menganggukkan kepalanya.

Falconator F-16—pesawat tipe pemburu yang memiliki kemampuan mengejar pesawat lawan—sudah berada di landasan. Tak lama setelah itu Rizky dan Agustinus lepas landas dengan menaiki satu pesawat. “Ngomong-ngomong di mana Beny, Riz?” Agustinus bertanya.

Rizky berada dalam panggilan telepon. “Aku tidak tahu. Aku sedang menghubunginya.”

Beny yang mereka hubungi sedang membuat penambahan amunisi pesawat. Saat ini dia tidak mendengar suara panggilan telepon dari rekannya, Rizky. Pesawat yang sedang ditambah amunisinya adalah pesawat jenis Galacta BMI-16. Pesawat ini memang dikhususkan dan dimiliki olehnya. Naomi yang berada tidak jauh dari tempat Beny pun menjadi penasaran akan suara yang dipikirnya terdengar aneh. “Siapa kau?”–langkah kakinya mulai berjalan mendekat–“kenapa kau berada di tempat ini?”

“Hah ....” Beny merasa terkejut dengan ucapan Naomi. Pertama kali melihat Naomi di SkyForce sempat membuatnya berpikir jika Naomi adalah seorang penyusup. Lagi pula penampilan Naomi dirasa tampak sangat mencurigakan. Melihat akan hal ini, Beny kemudian turun dari kabin pesawat.

“Harusnya aku yang bertanya,” balas Beny, meletakkan sebuah kacamata pelindung. “Kau penyusup?”

“Eh, bukan-bukan.” Kedua tangan Naomi bergerak seakan menunjukkan pengakuan. Dia membantah.

Beny kembali bertanya. Dia ingin lebih mengenal seorang wanita yang berada di depannya. “Lalu ... kenapa kau bisa masuk ke SkyForce?”

Naomi menundukkan kepala, seolah merasa bingung. “Soal itu ....”

Tangan kanan Beny menepuk pundak Naomi. “Kenapa?”

“Aku sendiri tidak tahu.” Naomi mencoba mengingat kembali kejadian sebelumnya. “Aku tadi diajak seseorang untuk datang ke tempat ini.”

“Diajak siapa?” Beny mengalihkan pendangannya ke arah monitor besar yang berada di samping kanannya. Dia melihat gambar pergerakan sinyal Falconator F-16 yang sedang bertempur.

“Rizky,” ucap Naomi, datar.

Layar monitor besar sedang menampilkan gambar terkini pertempuran antara Rizky dan Agustinus yang melawan Akira dan Zack. Sebuah data panggilan telepon dari Rizky terlihat beberapa menit yang lalu melalui monitor. Melihat akan hal ini sontak membuat Beny terkejut. Dia tidak tahu jika saat ini Rizky dan Agustinus sedang bertempur melawan musuh. Maka Beny memutuskan untuk memanggil balik rekannya. “Rizky, masuk!”

Menunggu panggilan diangkat, Beny langsung bergegas memakai seragam tempur SkyForce dan segera menuju ke Pesawat Galacta BMI-16. Namun, ada satu hal yang mengganjal pikirannya sesaat ketika akan pergi bertempur. Keberadaan Naomi di Markas SkyForce menjadi tanggungan. Dia memanggil dengan suara pelan. “Naomi—”

Naomi sedang mengikat rambutnya. “Iya, ada apa, Ben?”

“Aku akan pergi. Kau tunggu saja di sini.” Beny merasa khawatir jika nantinya Naomi akan pergi meninggalkan Markas SkyForce sebab saat ini musuh sedang beraksi.

“Baiklah, padahal aku ingin ikut.” Naomi merasa sedih sebab tidak boleh ikut bertempur. Saat ini dia disuruh agar tetap berada di SkyForce demi alasan keamanan.

Pesawat Galacta BMI-16 sudah berada di atas landasan dan bersiap lepas landas. Beny melihat ke bawah ketika Naomi melambaikan tangan kanannya. “Aku pergi!”

Suasana mencekam masih terasa ketika Pesawat Falconator F-16 yang dikemudikan Rizky dan Agustinus terus melepaskan rudal jarak jauh, namun dengan cepat Akira menghindar. Jual beli serangan tetap terjadi. Kini giliran musuh yang akan melakukan serangan. Zack yang berhasil membidik bersiap melepaskan rudal berkecepatan tinggi. Beberapa detik sebelum itu terjadi, Rizky sudah tahu tentang hal ini. Dia mengindar, menjaga jarak aman. Tembakan Zack pun meleset sepersekian meter.

Bersambung ....

Daftar Episode

1 komentar:

Cari Artikel