BUNDESLIGA
Sabtu, 16 Desember 2017 – 21:30 WIB
Signal Iduna Park
o BORUSSIA DORTMUND
vs
TSG 1899 HOFFENHEIM
o
JADWAL PERTANDINGAN
Sabtu, 16 Desember 2017 – 21:30 WIB
Bundesliga
Borussia Dortmund TSG 1899 Hoffenheim
HIGHLIGHTS BUNDESLIGA
1. FSV Mainz 05 0 2 Borussia Dortmund

Sokratis 55'
Shinji Kagawa 89'

Selasa, 09 Mei 2017

MyWapBlog Eighth Anniversary Contest 2016: One Resolve x One Aim

Peringatan:

Cerita ini adalah karangan dari penulis dan sifatnya hanya fiksi. Tidak bermaksud merugikan pihak tertentu. Cerita ini dibuat untuk memeriahkan kontes menulis yang diadakan oleh MyWapBlog.
Tokoh:

1. Beny Oki Sugiarto
2. Rizky Imanul Fajar
3. Putu Adimarta Rachman
4. Agustinus Budianto
5. Farikhatun Nisa
6. Ukhty Nur Maya
7. Nico Rosberg (Mercedes AMG Petronas)
8. Marco Reus (Borussia Dortmund)
9. Saiki Atsumi (BAND-MAID)
10. Miku Kobato (BAND-MAID)
11. Kanami Touno (BAND-MAID)
12. Misa (BAND-MAID)
13. Akane Hirose (BAND-MAID)

【One Resolve x One Aim】
— Penulis —
Beny Oki Sugiarto

Dortmund, Jerman.

Minggu pagi di kota Dortmund. Seorang pemuda sedang berolahraga. Pemuda tersebut sering melakukan olahraga demi mendapatkan kesehatan jasmani. Dia terus berlari menyusuri sudut kota yang masuk di wilayah daratan Nordrhein-Westfalen, Jerman. Terlihat jelas markas Borussia Dortmund, yakni Stadion Signal Iduna Park yang lokasinya tidak begitu jauh dari tempatnya berolahraga.

“Ben.” Terdengarlah suara seseorang yang sedang memanggil. Suara tersebut terdengar tak asing baginya.

Dia menoleh ke belakang. Dilihatnya seorang laki-laki sedang berlari menghampirinya. Laki-laki tersebut melepaskan jaket yang di bagian kiri dadanya terdapat logo Borussia Dortmund. Setelah diamati, ternyata dia adalah Marco Reus, seorang gelandang serang Borussia Dortmund.

“Guten Morgen, Beny,” sapa Reus dalam bahasa Jerman.

“Reus ...,” balas si pemuda yang kini dapat dikenali dengan nama Beny. “Ternyata benar itu kau?”

“Iya, ini aku,” kata Reus.

“Kau berolahraga sendirian,”–Beny menutup botol minumannya–“di mana teman-temanmu, Reus?”

“Mereka semua disibukkan dengan padatnya jadwal latihan tim sedangkan aku diizinkan untuk beristirahat karena masih cedera,” balas Reus, raut wajahnya tersenyum.

Beny merasa kasihan kepada Reus karena kerap mengalami cedera hamstring. Dia kemudian bertanya, “Kapan tim-mu akan bertanding lagi?”

“Bertanding?” Reus menghentikan sesaat ucapannya. Dia sedikit kecewa, karena di pertandingan yang akan datang tidak bisa ikut bertanding bersama tim yang dibelanya. “Tanggal 10 September! Lawannya berat. Kami akan melakoni laga RevierDerby dengan menghadapi Schalke 04 di Veltins Arena,” sambungnya.

Mendengar ucapannya Reus membuat Beny ikut sedih. Dia pun mengalihkan pandangannya ke langit biru yang jauh. “10 September, ya?”–Beny menjatuhkan botol minumannya karena teringat akan suatu hal–“sepertinya aku tidak asing dengan tanggal 10 September. Bertepatan dengan hari apa, ya?”

“Ada apa dengan tanggal 10 September, Ben?” Reus menatapnya dengan rasa penasaran.

“Aku harus pulang ke hotel,” kata Beny tergesa-gesa. “Maaf, Reus ... aku pulang dulu, ya.”

Melihat tingkah Beny yang aneh membuat Reus curiga dengan tanggal 10 September.

“Sebenarnya ada apa dengan tanggal 10 September, ya?” kata Reus dalam hati. Dia tak kuasa melihat temannya tersebut terburu-buru untuk segera pulang. “Jangan-jangan dia ada pertemuan penting dengan pacarnya?”

Beny langsung bergegas menaiki mobil Mercedes-Benz dan meninggalkan Reus sendirian di dekat Stadion Signal Iduna Park. Jika Reus tidak mengatakan tanggal 10 September mungkin Beny akan lupa dengan hari penting tersebut, yakni hari ulang tahun MyWapBlog.

Beberapa menit dalam perjalanan, akhirnya Beny telah sampai di hotel tempatnya menginap. Dia langsung menghidupkan komputernya. Ada beberapa pesan yang masuk ke dalam akun e-mail-nya. Perasaannya sangat terkejut setelah didapatinya ada banyak pesan yang belum sempat dibaca.

Sambil memukul meja, Beny berkata, “Ya ampun ... kenapa bisa seperti ini?”

Benar saja, Beny telah lupa membuka e-mail di beberapa hari sebelumnya. Pesan tersebut dikirim dari e-mail milik Rizky, seorang sahabat yang saat ini berada di Indonesia.

“Ini semua salahku,”–Beny membalas e-mail dari Rizky–“aku harus membuat rencana cepat.”

Rizky mengirim e-mail kepada Beny yang isinya tentang rencana menggelar pertemuan antar-blogger MyWapBlog se-Indonesia dalam rangka menyambut hari ulang tahun MyWapBlog yang jatuh pada tanggal 10 September mendatang.

Dalam situasi yang hening dan sunyi di hotel, Beny sejenak berkata, “Kalau saja kemarin-kemarin tidak lupa, tentu aku akan punya banyak waktu untuk merencanakan menggelar acara pertemuan blogger se-Indonesia. Aku harus kembali ke Indonesia.”

Keesokan harinya, Beny bergegas menuju ke Bandara Internasional Dortmund. Penerbangannya menuju ke Indonesia menggunakan pesawat Lufthansa CityLine—sebuah maskapai penerbangan terbesar di Eropa—dengan rute penerbangan Dortmund-Yogyakarta.

Yogyakarta, Indonesia.

Rizky, Rachman, Agus, Nisa, dan Maya menggelar pertemuan mendadak di sebuah hotel yang berada di Yogyakarta. Mereka berlima berkumpul dalam satu meja dan membahas tentang rencana pertemuan antar-blogger MyWapBlog se-Indonesia.

Rizky bertindak sebagai pembawa acara. Tanpa ada Beny di tempat tersebut membuat rapat terasa kurang. Namun Rizky tetap berharap jika acara yang dia buat akan berjalan sukses.

“Aku ucapkan terima kasih atas kehadiran kalian semua,” ucap Rizky dengan perasaan haru. “Langsung ke poin intinya saja, ya. Aku butuh bantuan kalian untuk membuat sebuah acara besar di tahun ini.”

Meski sebelumnya Rizky telah memberitahukan hal ini kepada Agus, Rachman, Nisa, dan Maya, namun mereka belum paham secara pasti tujuan dari mengundang para blogger MyWapBlog se-Indonesia dalam sebuah acara yang akan segera diselenggarakan.

Agus memotong perkataan Rizky. Dia berkata, “Tidak usah berbelit-belit, Riz. Apa maumu sebenarnya?”

Agus menatap tajam ke arah Rizky. Situasi menjadi hening, tanpa sepatah kata pun. Teman-teman yang lain justru hanya terdiam, tanpa cepat merespon.

Rizky membalas ucapan Agus dengan senyuman. Dia yakin jika Agus juga mempunyai tujuan yang sama dengannya.

“Jadi begini, Gus,”–Rizky membuka laptop dan membacakan tujuan acara yang akan dia buat–“aku ingin membuat acara dalam rangka menyambut hari ulang tahun MyWapBlog yang ke-8. Di sisi lain, aku juga ingin mengundang para blogger MyWapBlog se-Indonesia untuk datang ke acara ini.”

“Tapi, apa hanya itu saja, Riz?” sahut Rachman, sembari mematikan puntung rokoknya. “Apakah tidak ada hiburannya?” lanjutnya.

Ucapan yang keluar dari mulut Rachman ternyata didengar teman-teman yang lain. Mereka setuju jika dalam acara tersebut juga turut serta mengundang bintang tamu internasional.

“Aku setuju dengan ucapannya Kang Rachman,”–Maya berdiri dari tempat duduknya dan menatap teman-temannya–“undang juga David Guetta, Jennifer Lopez, Justin Timberlake, dan Shakira, ya!”

“Ah, kau ini, May,” sahut Nisa dengan raut wajah genit. “Sebaiknya undang G-Dragon saja, pasti seru.”

Melihat Maya dan Nisa yang saling berdebat tentang pemilihan bintang tamu membuat Agus tidak mau kalah. Dia berkata, “Jangan saling berdebat ... sebaiknya undang Slank saja.”

“Kalian ini payah. Tetap Bang Iwan Fals yang lebih cocok menjadi bintang tamu di acara ini. Betul atau tidak, Riz?” sela Rachman, raut wajahnya penuh harap.

Rizky yang mendengar teman-temannya saling beradu pendapat membuatnya menjadi bingung sendiri. Dia berpikir jika bintang tamu bukan hal prioritas, tapi yang perlu diutamakan adalah kesuksesan menggelar acaranya.

“Sudah, sudah, jangan saling berdebat, deh,”–Rizky memukul meja dengan keras–“kita tinggalkan dulu tentang bintang tamu yang akan kita undang.”

Situasi menjadi sunyi setelah Rizky memukul meja. Mereka yang berdebat menjadi berpikir kembali jika tujuan dari acara yang akan diselenggarakan adalah mengundang para blogger MyWapBlog se-Indonesia.

“Kau benar, Riz,”–Maya menundukkan kepalanya ke arah meja–“sepertinya kita semua telah melupakan tujuan dari acaranya.”

Nisa hanya bisa terdiam, menatap ke atas, membayangkan jika acaranya akan gagal total. Perasaannya campur aduk, mulai dari senang maupun sedih. Nisa menyadari jika tenggat waktu hari ini sampai tanggal 10 September hanya berjarak kurang lebih dua Minggu. Sedikit persiapan akan berpengaruh pada hasil.

Situasi yang berbeda dialami oleh Agus, dia memutuskan untuk pergi meninggalkan pertemuan yang sedang berlangsung. Hatinya kecewa sebab tidak mengundang Slank ke dalam acara tersebut.

“Aku pergi saja dari tempat ini,”–Agus berjalan keluar ruangan, mengangkat tangan kanannya–“aku sangat kecewa kepada kalian.”

“Ada apa dengan Agus, ya?” tanya Maya dalam hati, perasaannya sedang bingung. “Tingkahnya aneh.”

Semua orang melihat Agus yang berjalan keluar ruangan, meninggalkan pertemuan. “Kita lanjutkan rapatnya, Riz!” pinta Nisa, sedikit memaksa.

Sambil meminum kopi, Rizky berkata, “Aku akan membacakan tugas masing-masing. Aku akan menjadi pembawa acara dan sekaligus menjadi penanggung jawab acara.”

“Tugasmu yang paling berat, Bro,” sahut Rachman, menyandarkan punggungnya di kursi.

“Selanjutnya adalah bagian seksi konsumsi. Di posisi ini, aku akan memasukkan nama Nisa dan Maya. Kalian ’kan cewek, aku percaya kalau kalian paham dengan menu makanan yang cocok dihidangkan dalam acara tersebut.”

“Yeay!” Maya bersorak kegirangan, menatap Nisa. “Kau dengar itu, Nis? Kita bertugas sebagai seksi konsumsi. Aku suka memasak!”

“Haduh ...,” ucap Nisa, merasa terbebani.

“Untuk seksi konsumsi,”–Rizky mengambil secarik kertas yang jatuh di lantai–“kalian boleh menggunakan jasa katering, mengingat jumlah tamunya kemungkinan akan banyak sekali.”

“Lalu ... tugasku apa, Bro?” tanya Rachman. Dia kembali mematikan puntung rokoknya.

Rizky menjawab, “Nah, ini yang tak kalah penting. Aku ingin kau dan Agus mengurusi bagian tata panggung. Kita butuh tempat yang bagus.”

Rachman sejenak berpikir tentang pemilihan tempat yang bagus di Yogyakarta. Dia merasa bingung, sebab dia bukan orang dari Yogyakarta dan belum tahu tempat-tempat yang berada di ‘kota pelajar’ ini. “Di mana tempatnya, ya?” tanya Rachman lirih.

“Kita butuh gedung konser,” jawab Rizky. “Belum lama ini Beny mengatakan kepadaku jika tempat yang bagus adalah di Jogja Expo Center (JEC). Kita bisa menyewa tempat tersebut.”

Setelah Rizky menjelaskan, kini Rachman sudah paham dengan tugasnya. Seksi tata panggung akan ditempati Rachman dan Agus.

“Apakah kalian sudah paham?”–Rizky menutup laptop-nya–“untuk masalah bintang tamu, kita serahkan saja kepada Beny. Saat ini dia sedang berada di Jerman. Dapat kabar kalau dia akan kembali ke Indonesia.”

Maya berkata, “Aku sangat-sangat paham, Riz!”

Rapat telah berakhir. Masing-masing telah mengerti akan tugasnya. Tersisa dua Minggu lagi untuk mempersiapkan segala sesuatunya menjelang acara perayaan ulang tahun MyWapBlog.

Bandara Internasional Adisucipto, Yogyakarta.

Beny menginjakkan kakinya di tanah Yogyakarta setelah sebelumnya melakukan penerbangan dengan rute Dortmund-Yogyakarta menggunakan pesawat Lufthansa CityLine. Hatinya sangat bahagia karena bisa kembali ke kampung halaman.

Penerbangan dari Dortmund menuju ke Yogyakarta sungguh melelahkan, maka Beny langsung kembali ke rumahnya untuk segera beristirahat.

Dalam perjalanan menuju ke rumah, dia tak lupa menanyakan tentang hasil pertemuan yang diadakan Rizky, Rachman, Agus, Nisa, dan Maya melalui sambungan telepon. “Halo, Riz ... bagaimana hasil rapatnya?” tanya Beny.

Sambil menghela napas panjang, Rizky menjawab, “Huh ... semua sudah terkondisikan.”

Hari berikutnya, Beny mengirim e-mail kepada manajemen BAND-MAID—grup band hard rock dan heavy metal yang bermarkas di Tokyo, Jepang—untuk datang dalam acara perayaan ulang tahun MyWapBlog. BAND-MAID dipilih sebab mempunyai prestasi yang bagus dalam beberapa tahun terakhir.

Selain mengundang BAND-MAID, dia juga turut serta mengundang Marco Reus dan Nico Rosberg—pembalap F1 dari tim Mercedes AMG Petronas—untuk datang dan memeriahkan acara tersebut.

Hanya ada 3 bintang tamu internasional yang rencananya akan diundang, karena persiapan acaranya sangat mepet. Jika ketiganya tidak dapat hadir, maka acaranya dipastikan akan berjalan tanpa adanya bintang tamu.

Lima hari menjelang acara puncak, banyak kendala yang dialami Rizky, Rachman, Agus, Maya, Nisa, dan Beny.

Nisa dan Maya tidak sependapat tentang pemilihan menu makanan dan masalah katering.

Rachman dan Agus mengalami kesulitan saat mendekorasi panggung dan lampu untuk pencahayaan.

Rizky kelelahan saat mendata orang-orang yang akan datang ke dalam acaranya.

Beny merasa sangat kecewa karena 2 dari 3 bintang tamu yang diundang kemungkinan tidak bisa hadir. Nico Rosberg sedang berlibur saat jeda balapan F1. BAND-MAID akan beristirahat setelah melakukan tur konser di Inggris, Jerman, Prancis, dan Polandia. Marco Reus mengkonfirmasi jika dirinya akan datang.

Frankfurt, Jerman.

Nico Rosberg diketahui sedang berlibur di Frankfurt, Jerman. Dia sudah diberitahu oleh manajemennya jika dirinya diundang ke acara perayaan ulang tahun MyWapBlog. Namun, dia menolak untuk hadir. Di sisi lain, Marco Reus datang menemuinya saat sedang berada di museum.

“Nico ....” Reus memanggil Rosberg dari arah kejauhan.

Rosberg berbalik arah dan membuka kacamata hitamnya. Dia terkejut karena ada sosok Reus datang menemuinya. Rosberg berkata, “Reus, ada apa?”

“Tolong dipertimbangkan lagi tawaran itu,”–Reus mengetuk pundak Rosberg–“sebab acara ini adalah perayaan ulang tahun salah satu platform blog.”

Rosberg sejenak berpikir, kemudian berkata, “Aku tahu itu, Reus. Ini sulit diputuskan, tapi ... baiklah, aku akan mengubah keputusanku.”

“Bagus, kita akan datang ke acara itu,” ucap Reus. “Lagi pula salah satu temanku menjadi panitia di sana.”

Berkat Reus, Rosberg akhirnya mengubah keputusannya dan akan hadir. Kedua orang dari Jerman ini akan datang secara bersama-sama.

Osaka, Jepang.

BAND-MAID sedang berada di Osaka, Jepang. Mereka menghadiri acara konferensi pers yang mempertemukan beberapa grup band rock-metal.

Di sela-sela acara, Miku berbincang dengan Saiki. “Sa, apakah kamu tahu kalau band kita ini diundang menjadi bintang tamu dalam sebuah acara perayaan ulang tahun?”

“Iya, aku tahu,”–Saiki membuka kacamata hitamnya–“kenapa kita semua tidak datang ke acara itu?”

Miku menjawab, “Aku sebenarnya ingin hadir ke sana, tapi manajemen kita sepertinya tidak sependapat.”

“Oh ... jadi begitu?”–Saiki berdiri dari tempat duduknya–“kalau begitu aku akan menemuinya untuk membahas masalah ini.”

Saiki Atsumi yang mewakili teman-temannya kini mendatangi manajemen BAND-MAID. Tujuannya untuk mempertimbangkan kembali tawaran untuk tampil dalam acara perayaan ulang tahun MyWapBlog yang ke-8. Setelah diskusi panjang dengan manajemen, akhirnya kedua belah pihak setuju dengan tawaran tampil di Indonesia.

Jogja Expo Center, Yogyakarta.

10 September 2016, acara puncak perayaan hari ulang tahun MyWapBlog yang ke-8 sebentar lagi akan dimulai. Terlihat para tamu yang mayoritas adalah blogger MyWapBlog sudah memasuki Jogja Expo Center dengan raut wajah ceria. Ada blogger seperti Aris Riswanto dan Adipati Loka yang duduk di kursi paling depan. Mereka berdua berharap agar bisa bersalaman dengan para bintang tamu.

Situasi yang berbeda dialami Rizky, Rachman, Agus, Nisa, Maya, dan Beny di belakang panggung. Mereka berenam hatinya belum bisa tenang, sebab ada susunan acara yang kosong, yakni penampilan dari BAND-MAID dan Nico Rosberg. Kedatangan Marco Reus masih ditunggu, karena dia sudah mengkonfirmasi akan hadir.

“Aku takut jika acaranya akan gagal, Nis,” kata Maya, menahan tangis.

“Tenangkan dirimu, May,”–Nisa memeluk tubuh Maya untuk menenangkannya–“kita harus berusaha.”

Rachman dan Agus terlihat pasrah, mereka berdua duduk di dekat pintu. Rizky melihat para tamu dari sisi lain sedangkan Beny mondar-mandir menunggu kedatangan Marco Reus.

Acara akan dimulai pada pukul 20:00 WIB. Masih ada sekitar 15 menit lagi untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Tiba-tiba terdengarlah suara ketukan pintu dari belakang panggung. Mereka yang berada di sana merasa terkejut kepada orang yang mengetuk pintu.

Pintu dibuka, ternyata orang yang mengetuk pintu adalah Marco Reus.


Marco Reus

Betapa senangnya Rizky, Rachman, Agus, Beny, Maya, dan Nisa, sebab salah satu bintang tamunya sudah datang.

Beny berjalan mendekati Reus dan berjabat tangan. “Akhirnya kau datang juga, Bro.”

“Itu sudah pasti, Bro,” balas Reus, raut wajahnya terlihat gembira. “Coba lihat ... aku membawa siapa?”

“Maksudnya apa, Reus?”–Beny berjalan keluar untuk melihat seseorang–“super wow!”

Lagi-lagi mereka semua dikejutkan dengan kedatangan Nico Rosberg yang berdiri di samping pintu.


Nico Rosberg

Rizky mengacungkan jempolnya ke arah Rosberg, kemudian berkata, “Widih, kau adalah salah satu pembalap terbaik di F1 ... aku adalah penggemarmu!”

“Herzlichen Glückwunsch zum 8. Geburtstag, MyWapBlog,” kata Rosberg dalam bahasa Jerman.

Dengan segera Maya dan Nisa mengambil ponselnya masing-masing dan mengajak Reus dan Rosberg untuk foto selfie.

Tak berangsur lama setelah itu, terdengar lagi suara ketukan pintu. Kali ini yang mengetuk pintu adalah member dari BAND-MAID. Bintang tamu yang selama ini diragukan kedatangannya justru sekarang sudah berada di belakang panggung.


BAND-MAID

“Maaf, kami sedikit terlambat,” kata Saiki, membuka masker yang menutupi bibirnya.

“Di luar sangat ramai sekali,” tambah Miku, menatap monitor di dinding. “Banyak yang meminta tanda tangan.”

Tepat pukul 20:00 WIB, Jogja Expo Center bergemuruh dengan teriakan orang-orang yang menyambut penampilan BAND-MAID di atas panggung. Malam itu, BAND-MAID tampil menyanyikan lagu ‘Thrill「スリル」’. Sementara di sisi lain, Reus mengajak para blogger MyWapBlog yang hadir untuk adu juggling. Namun, kebanyakan justru memilih berfoto dengannya, terlebih dari para blogger perempuan.

Keberadaan Rosberg dimanfaatkan para pecinta otomotif untuk belajar caranya mengemudikan mobil F1 melalui simulator visual. Mereka semua tampak antusias.

Sekitar 200 tamu yang hadir tampak menikmati puncak acara perayaan ulang tahun MyWapBlog yang ke-8. Mereka semua menyatu dalam suasana kegembiraan.

Selesai ....

2 komentar:

  1. Ini adalah cerita yang dibuat dan dikhususkan untuk lomba kontes dalam rangka ulang tahun MywapBlog pada tahun 2016. Cerita ini terkesan kasar dari segi perpindahan alurnya, namun setidaknya cerita ini bisa tembus 2 besar.

    BalasHapus
  2. Hikz ... Membaca cerita di atas, saya jadi teringat kenangan masa lalu, mas.
    Iya,, kenangan kebersamaan di mywapblog .

    BalasHapus

Cari Artikel