BUNDESLIGA
Sabtu, 16 Desember 2017 – 21:30 WIB
Signal Iduna Park
o BORUSSIA DORTMUND
vs
TSG 1899 HOFFENHEIM
o
JADWAL PERTANDINGAN
Sabtu, 16 Desember 2017 – 21:30 WIB
Bundesliga
Borussia Dortmund TSG 1899 Hoffenheim
HIGHLIGHTS BUNDESLIGA
1. FSV Mainz 05 0 2 Borussia Dortmund

Sokratis 55'
Shinji Kagawa 89'

Senin, 06 Februari 2017

Aldious: Era Rami-Aruto vs Era Re:NO-Marina

Saya mengenal grup band Aldious sejak era Re:NO-Marina. Pada waktu itu yang menjadi ciri khas dari Aldious adalah pada Re:NO (vokalis) yang dapat diketahui dari warna rambutnya. Familiar dengan warna rambut pirang. Warna dasar rambutnya adalah hitam. Selain rambut, dia juga dikenal sebagai penyanyi bertato. Tatonya terletak pada lengan kiri dengan corak tengkorak yang bertuliskan kata “Re:NO”.

Lagu pertama yang saya kenal dari Aldious adalah yang berjudul “SWEET TEMPTATION” dengan formasi Re:NO, Yoshi, Toki, Sawa, dan Marina. Namun, saya menjadi pangling saat melihat di video klip “Spirit Black”. Itu karena sang vokalis terlihat berbeda. Posisi vokalis di lagu “Spirit Black” ditempati oleh Rami.

Aldious Era Rami-Aruto


Yoshi - Toki - Rami - Sawa - Aruto

Di era Rami-Aruto, musiknya lebih cadas, garang, dan penampilan juga sangar. Aldious di era ini memang dikenal punya jati diri sebagai grup band metal yang diisi personel wanita. Unsur metalnya benar-benar kuat.

Aldious Era Re:NO-Marina


Sawa - Yoshi - Re:NO - Toki - Marina

Di era Re:NO-Marina, unsur musiknya mulai berbeda jika dibandingkan dengan era Rami-Aruto. Unsur metalnya kurang kuat. Namun di era ini musiknya tampak lebih berwarna. Tidak lantas mengacu pada musik metal saja, popnya juga ada. Dari sisi penampilan, personel Aldious di era ini tampak feminim. Tidak seperti di era Rami-Aruto yang tampak garang.

Dua era yang bertolak belakang. Jika didalami lebih lanjut ternyata bisa dilihat dari label rekaman yang dinaungi oleh Aldious. Aldious di era Rami-Aruto berada dalam label Bright Star Records, otomatis kesan label ini lebih greget. Beralih di era Re:NO-Marina, sulit diungkapkan. Sebenarnya Re:NO bergabung dengan Aldious sejak tahun 2012 dan pernah mencicipi kerja sama dengan Bright Star Records. Label rekaman Village Again Association (VAA) kemudian mengambil alih Aldious pada tahun 2015, di sini ada Marina yang bergabung.

Sebenarnya Aldious dalam dua era tersebut masih mempertahankan musik cadas, namun semakin ke sini tentu ada beberapa perubahan. Entah itu karena faktor umur dari masing-masing personel atau juga ada hal lain. Memang beberapa band metal berani mengambil genre di luar itu. Genre musik pop bisa disisipkan ke dalam sebuah single/album yang beberapa di antaranya beraliran metal/rock. Saya rasa tujuannya agar menghindari kejenuhan. Yang perlu dijaga adalah pada genre dasar musik yang pertama dipilih. Aliran dasar harus diutamakan. Intinya harus konsisten.

Tentu kita masih ingat saat pertama kali Re:NO bergabung dengan Aldious di tahun 2012. Yoshi (gitaris) mengatakan jika Re:NO cocok bergabung dengan band karena suaranya bagus. Re:NO (Rino Nikaido) dulunya adalah penyanyi beraliran pop saat masih berada di duo Sutei Shoujo (2001-2006). Teman duetnya pada waktu itu bernama Lissa. Re:NO hijrah dari aliran musik pop menuju metal.

Kita bahas Rami. Rami adalah sosok paling penting Aldious sejak pertama terbentuk. Kualitas vokalnya sangat khas untuk mengiringi alunan musik Aldious di era itu. Semenjak dia memutuskan keluar dari Aldious pada 29 Juni 2012, membuat band ini terkesan pincang. Rami memilih keluar dari band karena alasan kesehatan. Meski begitu, dia akhirnya punya band baru dengan aliran yang tidak jauh dari genre aslinya, yakni Raglaia.

Sejak era Rami-Aruto dan era Re:NO-Marina memang berbeda dari segi tampilannya. Ini sebenarnya menarik untuk dibahas. Meski begitu, harusnya Aldious tetap membuat eksperimen agar band ini tidak hilang termakan zaman.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Artikel