BUNDESLIGA
Sabtu, 16 Desember 2017 – 21:30 WIB
Signal Iduna Park
o BORUSSIA DORTMUND
vs
TSG 1899 HOFFENHEIM
o
JADWAL PERTANDINGAN
Sabtu, 16 Desember 2017 – 21:30 WIB
Bundesliga
Borussia Dortmund TSG 1899 Hoffenheim
HIGHLIGHTS BUNDESLIGA
1. FSV Mainz 05 0 2 Borussia Dortmund

Sokratis 55'
Shinji Kagawa 89'

Rabu, 18 Januari 2017

Regulasi untuk Membuat Formula 1 Menjadi Menarik dan Kompetitif

Regulasi untuk Membuat Formula 1 Menjadi Menarik dan Kompetitif

Jika kamu membaca artikel “Regulasi untuk Membuat Formula 1 Menjadi Menarik dan Kompetitif”, berarti kamu sedang membaca artikel yang ditulis berdasarkan pendapat saya pribadi. Berbicara masalah balapan, tentu yang menjadi sorotan adalah persaingan tim papan atas sedangkan tim papan bawah akan dipandang sebelah mata. Tim papan bawah tetap akan berada di bawah dan tim papan atas tetap akan di atas. Ini tak terlepas dari anggaran yang dikucurkan tim terkait dan tentunya pakar teknologi yang berpengalaman.


Mercedes AMG - F1 W07 Hybrid


Akan tampak membosankan jika sang juara dalam tiap seri diisi pembalap itu-itu saja. Benar, ’kan? Saya berpikir demikian sebab dari beberapa hasil balapan yang tercipta selalu si A yang menjadi juara, besok si B, dan kembali ke si A. Lalu bagaimana dengan pembalap lain? Mereka terlihat “asyik” bersaing di papan tengah. Mirisnya lagi ada yang berjuang agar tidak berada di papan bawah. Jika anggaran setiap tim tidak sama, tentu berpengaruh saat lomba. Logikanya adalah yang mengeluarkan anggaran besar tidak akan bermasalah dengan amunisi untuk balapan. Jika anggaran pas-pasan ya mau tidak mau harus terima kenyataan pahit.

Bayangkan jika ada tim kecil dengan dana pas-pasan bisa bersaing di papan atas. Agak mustahil memang, tapi ini justru menarik. Sebab apa? Sebab saat ini yang punya dana besar yang bisa bersaing di papan atas.

Berikut ini adalah beberapa aturan yang membuat balapan Formula 1 (setidaknya) akan berjalan menarik, menurut pendapat saya:

1. Pembatasan Anggaran

Saya yakin jika aturan ini akan ditentang oleh tim besar. Berdasarkan pengalaman, ini pernah terjadi. Kita bisa bayangkan jika anggaran setiap tim yang berlaga di F1 itu setara, apa yang akan terjadi? Mungkin akan terjadi sebuah keseimbangan, walau sebenarnya saya tidak begitu yakin dengan hal ini.

2. Menurunkan Harga Tiket Penonton

Harga tiket F1 memang mahal. Kamu tahu ini? Saya baca berita, memang seperti ini adanya. Tapi yang ditakutkan jika harga tiket mahal maka penonton yang datang tidak akan bisa memenuhi kursi di sirkuit, otomatis sepi.

3. Menurunkan Harga Hak Siar

Harga hak siar yang terlampau mahal membuat stasiun TV berpikir ulang untuk menayangkan F1. Cara alternatifnya dengan mencari sponsor untuk mau bekerja sama. Kalau kedua belah pihak sepakat maka akan menghasilkan anggaran. Tapi itu tadi, harga hak siar yang mahal membuat beberapa stasiun TV di beberapa negara harus berpikir dua kali, bahkan ada yang enggan menayangkan.

Jika harga hak siar F1 diturunkan maka besar kemungkinan jangkauannya akan bisa menyebar dengan cepat. Ada yang mengatakan jika F1 adalah tayangan untuk golongan menengah ke atas. Di Indonesia, tayangan sport terpopuler adalah sepak bola dan disusul bulu tangkis. Jika Formula 1 bisa masuk, maka akan terjadi pembeda.

4. Power Unit Setiap Tim Berbeda

Inilah yang saya idam-idamkan sejak dulu. Seandainya setiap tim kontestan F1 memakai power unit yang berbeda akan membuat balapan semakin berwarna. Sepakat?

Kita ambil contoh di tahun 2016. Ada 11 tim:

• Mercedes AMG Petronas (Mercedes)
• Scuderia Ferrari (Ferrari)
• Red Bull Racing (Renault)
• Sahara Force India (Mercedes)
• Williams Martini Racing (Mercedes)
• McLaren Honda (Honda)
• Renault Sport (Renault)
• Manor Racing (Mercedes)
• Sauber (Ferrari)
• Haas (Ferrari)
• Scuderia Toro Rosso (Ferrari)

Versi saya:

• Mercedes AMG Petronas (Mercedes)
• Scuderia Ferrari (Ferrari)
• Red Bull Racing (BMW)
• Sahara Force India (Toyota)
• Williams Martini Racing (Lamborghini)
• McLaren Honda (Honda)
• Renault Sport (Renault)
• Manor Racing (Aston Martin)
• Sauber (Volkswagen)
• Haas (Chevrolet)
• Scuderia Toro Rosso (Audi)

Poin nomor 4 ini sebenarnya bertolak belakang dengan poin nomor 1. Kenapa bisa? Karena untuk membeli power unit tentu tidak sama. Masing-masing pabrikan memiliki harga yang berbeda-beda. Ada yang harganya cocok dan ada yang dianggap terlalu mahal.

5. Sirkuit

Jujur saja, saya paling benci yang namanya sirkuit sempit. Jika ditonton tampak membosankan. Sulit untuk masing-masing pembalap melakukan overtaking. Bahayanya sirkuit seperti ini akan mengakibatkan para pembalap mengalami senggolan dan akan mengalami DNF. Jadi rugi, ’kan? Sirkuit yang menurut saya ideal adalah di Austin, Texas, Amerika Serikat, yakni Circuit of the Americas. Saya suka karakter sirkuit ini. Lebarnya pas dan tidak bergelombang.

Lima poin di atas tentang “Regulasi untuk Membuat Formula 1 Menjadi Menarik dan Kompetitif” adalah menurut pendapat saya pribadi. Saya harap kamu membaca dalam keadaan sadar dan tidak dalam paksaan siapa pun. Mari nikmati balapannya. Toss!

2 komentar:

  1. Selain pengamat sepak bola, ternyata mas Ben ini juga pengamat balapan formula1 ya.
    Kalau saya hanya suka nonton aja, mas. Hehe

    BalasHapus
  2. mungkin enggak hanya di area balap seperti F1 ini ya mas., setiap kali kita nonton pertandingan kalau yang jadi juara itu2 saja pasti akan timbul rasa bosan.., jadi males karena pemenangnya bisa di tebak.


    BalasHapus

Cari Artikel