BUNDESLIGA
Sabtu, 16 Desember 2017 – 21:30 WIB
Signal Iduna Park
o BORUSSIA DORTMUND
vs
TSG 1899 HOFFENHEIM
o
JADWAL PERTANDINGAN
Sabtu, 16 Desember 2017 – 21:30 WIB
Bundesliga
Borussia Dortmund TSG 1899 Hoffenheim
HIGHLIGHTS BUNDESLIGA
1. FSV Mainz 05 0 2 Borussia Dortmund

Sokratis 55'
Shinji Kagawa 89'

Rabu, 25 Januari 2017

Keramahan Borussia Dortmund kepada Pemain Junior


Schurrle - Gotze - Reus - Aubameyang - Bartra

Keramahan Borussia Dortmund kepada pemain junior. Sebuah kalimat yang indah untuk dibaca. Kita bisa melihat data pemain Dortmund yang usianya muda di banyak media. Logikanya, pemain muda diibaratkan sebagai pemain yang punya semangat juang tinggi. Mereka yang berusia muda masih mampu untuk menjemput bola, duel keras, dan stamina masih mampu diajak kompromi. Masa muda dijadikan batu loncatan para pemain untuk menunjukkan kemampuannya, karena kelak akan menentukan karir ke depannya. Nasib para pemain akan dipertaruhkan di sini saat mereka mulai memasuki masa keemasan.

Borussia Dortmund yang kita kenal tangguh sebenarnya diisi oleh para pemain yang berani berlari total. Di sini, saya melihat sebuah fakta yang cukup menarik. Tidak semua pemain Dortmund diisi pemain junior. Fakta membuktikan jika di Dortmund lebih mengandalkan kombinasi pemain senior dan junior. Ya, intinya saling melengkapi.

Dortmund yang juga kita kenal ramah kepada pemain junior sebenarnya tak terlepas dari peran sang pelatih. Sejak era Jurgen Klopp dan Thomas Tuchel memang sudah bisa dilihat hasilnya, perlahan tapi pasti. Dua era yang berbeda, namun nyatanya hampir mirip filosofinya. Filosofinya apa? Nanti kita akan membahasnya.

Filosofi Klopp dan Tuchel adalah memaksimalkan potensi pemain muda. Pasti semua sudah tahu akan hal ini. Pemain muda memulai petualangan dari sini, di Signal Iduna Park yang memiliki julukan “The Yellow Wall”, sebuah tribun selatan yang diisi suporter fanatik.


The Yellow Wall

Banyak pemain rekrutan baru Dortmund yang merasa kagum dengan jumlah kurang lebih 80.000 suporter yang memadati Signal Iduna Park. Barbagai macam koreografi cantik dan kibaran bendera mampu membakar semangat. Pada tanggal 23 Januari 2017, ada sebuah berita menggemparkan perihal transfer pemain. Borussia Dortmund mengalahkan Real Madrid dalam perburuan pemain asal Swedia yang dijuluki “The Next Ibrahimovic”, yakni Alexander Isak. Pada waktu itu, Isak bergabung dengan Dortmund saat dirinya berusia di bawah 20 tahun. Isak sebelumnya bermain untuk klub sepak bola AIK. Luar biasa! Dalam sebuah pernyataan resminya, Isak lebih memilih Dortmund dikarenakan agar bisa mendapat waktu bermain yang lebih banyak.

Masih ingat dengan Emre Mor—wonderkid asal Turki—yang ditikung Dortmund atas Liverpool? Ini juga berita heboh. Emre Mor bergabung dengan Dortmund sejak 7 Juni 2016. Sebelumnya, Mor adalah pemain dari FC Nordsjælland. Pada waktu itu, Liverpool dan Manchester United berharap sekali Mor bisa bergabung dengan tim, tapi nyatanya justru ditikung Dortmund lebih dulu. Borussia Dortmund menang atas Liverpool dan Manchester United dalam perburuan tanda tangan Mor.

Christian Pulisic nyaman di Dortmund. Siapa yang tidak kenal dengan pemain asal Amerika Serikat ini? Pulisic bukan pemain utama Dortmund, tapi setidaknya dia sudah diberi waktu bermain yang cukup dari Tuchel. Pada musim 2016/2017, banyak klub di luar Jerman yang gencar membujuk Pulisic untuk bergabung. Namun, Pulisic ngotot ingin bertahan di Dortmund. Pada bulan Januari 2017, Pulisic setuju untuk memperpanjang kontrak di Dortmund sampai tahun 2020. Mungkin dia merasa nyaman, apalagi dengan si kocak Aubameyang dan Mas ganteng Reus yang menginspirasi para pemain muda.

Saya suka kebijakan Dortmund. Mereka lebih memprioritaskan merekrut pemain junior. Tidak salah saat Dortmund melakukan hal yang tak biasa. Dari segi budget juga bagus. Dortmund merekrut pemain dari klub lain dengan dana kecil, namun saat sang pemain masuk masa keemasan, barulah mematok harga sampai dua kali lipat. Selain itu, Dortmund tidak sembarangan saat merekrut pemain. Jika pemain buruannya dipatok dengan harga tinggi dan pemain tersebut berusia senior, maka Dortmund akan berpikir ulang. Mereka akan melihat potensi yang ada dulu sebelum benar-benar melakukan kesepakatan. Itulah menurut pengamatan saya pribadi.

“Tag für Tag, Jahr für Jahr, Alles für Borussia. Heja BVB!”

2 komentar:

  1. Perekrutan di masa muda ini cukup cerdas, karena secara semangat bisa diandalkan dan tidak hanya itu usia muda bisa diharapkan mudah dibentuk karakter dan secara stamina juga usia sangat mempengaruhi

    BalasHapus
  2. Ya. Sebenarnya memang bukan dalam tim sepak bola saja, keramahan dalam satu tim, antara senior dan junior itu diterapkan.
    Agar terjadi kekompakan dalam mencapai kesuksesan, kita harus klop.

    BalasHapus

Cari Artikel