BUNDESLIGA
Sabtu, 16 Desember 2017 – 21:30 WIB
Signal Iduna Park
o BORUSSIA DORTMUND
vs
TSG 1899 HOFFENHEIM
o
JADWAL PERTANDINGAN
Sabtu, 16 Desember 2017 – 21:30 WIB
Bundesliga
Borussia Dortmund TSG 1899 Hoffenheim
HIGHLIGHTS BUNDESLIGA
1. FSV Mainz 05 0 2 Borussia Dortmund

Sokratis 55'
Shinji Kagawa 89'

Jumat, 28 Oktober 2016

Memoria - Episode 1

Peringatan:
Cerita ini adalah karangan dari penulis dan sifatnya hanya fiksi. Tidak bermaksud merugikan pihak tertentu. Tokoh utama di cerita ini diambil dari 4 member idol group underground beraliran musik pop, rock, metal, dan electronic-pop, yakni Kamen Joshi. Mereka adalah Anna Tachibana, Mayu Kusunoki, Moa Tsukino, dan Sakura Nodoka.
Cerita:
Cerita ini berawal ketika Anna diculik oleh tiga orang tak dikenal. Anna adalah anak dari seorang pengusaha kaya raya. Penculik menginginkan tebusan uang dalam jumlah yang banyak kepada orangtuanya Anna. Ketika dalam penyekapan, Anna berhasil meloloskan diri. Dia terus berlari menjauhi para penculik. Nasib buruk menimpanya ketika dia mengalami kasus tabrak lari oleh orang tak dikenal. Dia kemudian ditemukan tak sadarkan diri oleh Mayu di pinggir jalan. Seketika itu ingatannya menghilang.

【Memoria】



(Episode 1 - Langit Mendung)

Pagi hari yang mendung tidak menyurutkan semangat Anna untuk bekerja. Anna bekerja di perusahaan mobil milik ayahnya sebagai Direktur Pemasaran. Meski statusnya adalah sebagai anak dari pemilik perusahaan, namun dia tetap rendah hati kepada setiap karyawan yang bekerja di tempat tersebut.

“Wow, ternyata strategi pemasaran yang aku buat ini benar-benar membuat keuntungan perusahaan,” ucap Anna dalam hati. Saat ini dia sedang berada di ruang kerja, melihat layar monitor.

Wanita yang lulus dari SMA sejak 2 bulan yang lalu ini sudah diterima bekerja di perusahaan mobil milik ayahnya. Bakat alami sang ayah telah menular kepada dirinya.

Tak lama setelah itu, terdengarlah suara ketukan pintu dari luar ruang kerjanya. Pintu dibuka, Anna terkejut, ternyata sang ayah datang menemuinya.

“Ayah ...,” teriak Anna, sambil tersenyum bangga. “Eh, maaf, maksudku CEO. Aku tidak boleh memanggil dengan sebutan ayah di tempat kerja.”

Ayahnya benar-benar bangga dengan kinerja anaknya tersebut. Dia tidak salah menempatkan anaknya tersebut di posisi Direktur Pemasaran.

Sambil memegang pundak Anna, sang ayah berkata, “Anna, ayah tidak menyangka jika kamu benar-benar cerdas. Ayah bangga, Nak!”

“Aku akan selalu bekerja keras, Yah!” ujar Anna, matanya berkaca-kaca. “Aku akan membuat perusahaan ini sebagai perusahaan otomotif yang disegani di kawasan Asia!”

Sang ayah merasa sangat bangga dengan harapan yang diucapkan Anna. Pria yang sudah mendirikan perusahaan selama 20 tahun ini berpikir akan mengangkat Anna sebagai CEO di masa yang akan datang, tentunya setelah dirinya pensiun.

Semenjak strategi pemasarannya sukses besar, Anna benar-benar dihormati oleh rekan kerjanya meski di usianya kini bisa dikatakan masih belia. Kecerdasan dan ketekunannya menjadi prioritas ketika sedang bekerja. Meski begitu, tidak sedikit dari rekan kerjanya yang merasa iri hati, mengingat Anna adalah anak dari pemilik perusahaan.

Beberapa merk mobil milik perusahaan ayahnya Anna sudah merambah ke berbagai negara di kawasan Asia. Di tahun ini sudah masuk ke pasar Eropa, bahkan Amerika. Hal ini membuat nama Anna dikenal luas, terlepas dari label seorang anak dari pemilik perusahaan.

Waktu sudah menunjukkan pukul 09:27 malam. Cuaca pada hari itu sangat buruk sekali. Hujan deras disertai petir yang menyambar membuat situasi amat mencekam. Anna bergegas pulang menuju ke rumahnya. Dia pulang dengan menaiki mobil. Jarak pandangnya di jalan terganggu dengan derasnya hujan. “Aduh, kenapa hujannya deras sekali?” ucapnya gelisah, perasaannya panik.

Kejadian yang tak menyenangkan akhirnya datang juga. Mobil yang dikendarainya tiba-tiba mogok di tengah jalan. Kebetulan di jalan itu sangat sepi pengendara yang lewat. Anna benar-benar bingung harus bagaimana. Dia pun memutuskan untuk menelepon ayahnya.

“Halo, Yah.” Anna fokus menelepon ayahnya yang saat ini sedang berada di rumah. “Mobilku mogok di jalan. Aku perlu bantuan. Aku takut, Yah,” lanjutnya, sembari mengamati situasi sekitar.

“Baiklah, ayah akan datang ke sana,” balas sang ayah. “Kamu di daerah mana?”

Mendengar kabar kalau mobil anaknya mogok, sang ayah segera datang untuk menolongnya.

Anna menunggu kedatangan ayahnya di dalam mobil. Tak lama setelah itu, dia mendengar sebuah suara yang cukup berisik. Sumber suara semakin mendekat. Setelah didengarkan dengan seksama, ternyata suara tersebut adalah suara sepeda motor, layaknya sepeda motor yang sedang konvoi. Sekitar dua sepeda motor menghampiri mobilnya.

Salah seorang pemuda mengetuk kaca mobil. “Kenapa berhenti di tempat ini?”

Para pengendara motor yang menghampiri Anna berjumlah tiga orang dan memakai jas hujan. Satu mengendarai motor secara sendirian dan satunya lagi berboncengan.

“Sepertinya mobilku mogok.” Anna menjelaskan kepada pemuda yang mengetuk kaca mobilnya. “Apakah kalian bisa membantuku?”

“Aku bisa membantu. Izinkan aku untuk membantumu,” seru salah seorang pemuda yang satunya.

“Benarkah itu?” tanya Anna, sembari tersenyum.

Salah seorang pemuda yang belum diketahui namanya mencoba memperbaiki mesin mobil milik Anna. Dia tidak mengalami kesulitan ketika memperbaiki mesin yang bermasalah. Tak lama kemudian, mobil berhasil diperbaiki. “Coba hidupkan mobilmu, Mbak!”

Benar saja, setelah diperbaiki, mobil milik Anna sudah kembali normal. “Wah, sepertinya mobilku sudah normal. Terima kasih,” kata Anna, sembari memberikan uang kepada tiga pemuda yang telah membantunya.

Setelah kejadian ini, ternyata salah seorang pemuda yang satunya lagi mempunyai rencana jahat. Dia bernama Antok, penampilannya yang dekil membuatnya dicap sebagai seorang yang pemalas.

Antok berkata kepada kedua temannya, yakni Joni dan Dian dengan cara bisik-bisik. “Sepertinya cewek yang kita tolong ini adalah orang kaya.”

“Lalu?” Dian balik bertanya kepada Antok. “Kamu suka cewek ini, ya?”

Antok berkata, “Bukan begitu, ayo kita culik saja dia! Kita pasti bisa dapat uang tebusan dalam jumlah yang banyak.”

“Kamu pasti sudah gila, Tok,” sela Joni yang saat itu sedang ikut diskusi kecil. “Nanti kita bisa dipenjara.”

“Aku punya ide agar kita tidak diketahui polisi saat menculik cewek ini.” Antok menjelaskan rencana kotornya kepada Dian dan Joni. Ketiga orang ini akhirnya sepakat untuk menculik Anna.

Antok, Dian, dan Joni beraksi. Antok mendatangi Anna yang berada di dalam mobil. “Mbak, boleh aku cek mobilmu lagi?”

Anna menoleh, kemudian balas bertanya, “Memangnya masih ada yang perlu diperbaiki lagi?”

“Mbak ....” Antok mencoba masuk ke dalam mobil. “Bisa geser sedikit?”

“Tentu.” Anna menaruh rasa curiga kepada Antok yang menyuruhnya bergeser dari kursi kemudi. Dia melihat Antok sedang menghidupkan mesin mobil. Antok menatap kepada Joni dan Dian seraya memberi kode. Anna yang melihatnya semakin curiga, perasaannya campur aduk.

Tak lama setelah itu, Anna menyadari jika ketiga pemuda yang telah membantu memperbaiki mobilnya tadi berencana akan menculiknya. “Hei, apa yang kau lakukan?” gertak Anna, seakan tidak percaya.

“Diamlah!” Antok fokus mengemudikan mobil dengan akselerasi penuh. Di belakang mereka berdua ada Joni dan Dian yang mengikuti menggunakan sepeda motor.

✽╮✽╭✽

Antok, Joni, dan Dian membawa Anna ke sebuah bangunan tua yang sudah tidak berpenghuni. Lokasinya sangat terpencil. Akses masuk ke tempat tersebut juga sulit. Anna disekap, tangan dan kakinya diikat menggunakan tali. Mulutnya ditempeli lakban agar tidak bisa berteriak keras.

Anna sangat terkejut kepada Antok, Joni, dan Dian yang telah menculiknya. Tatapan matanya seakan menunjukkan sisi amarah seiring dengan perlakuan buruk yang dia terima.

Kejadian yang dialami Anna benar-benar ironis. Betapa tidak, niat awal tiga pemuda yang membantu memperbaiki mobil Anna yang mogok di jalan justru berubah pikiran. Mereka memutuskan menculik Anna demi mendapatkan uang tebusan.

Waktu sudah memasuki pukul 11:45 malam. Anna disekap di dekat dinding yang retak. Di sampingnya ada Joni dan Dian sedangkan Antok mengawasi di dekat pintu luar. Suhu pada malam hari itu cukup dingin, bahkan mampu membuat mereka semua menggigil.

Joni menatap wajah Anna. Dia terlihat memendam rasa suka kepada Anna sejak pertama bertemu. “Apakah yang aku lakukan ini salah?” kata Joni dalam hati dengan sedikit rasa menyesal.

Joni mendekati Anna. Raut wajahnya yang mencurigakan membuat Anna menjadi takut. Dia semakin mendekat. Anna mencoba menjaga jarak aman darinya. Tapi apa daya, kaki dan tangannya diikat kuat sehingga dia tidak bisa berbuat sesuatu. Raut wajah Anna memperlihatkan keadaan sedang panik.

“Apa yang sedang kau lakukan, Jon?” Dian menahan langkah kaki Joni. “Ingat, kita hanya mencari uang tebusan dari keluarganya. Jangan melakukan hal-hal buruk kepada cewek ini!”

Di tempat lain, ayah Anna terkejut ketika tidak melihat mobil milik anaknya berada di lokasi yang sebelumnya telah dikatakannya.

Bersambung ....

Tokoh Utama:
1. Anna Tachibana
2. Mayu Kusunoki
3. Moa Tsukino
4. Sakura Nodoka
Pembuat:
Beňy
Genre:
Persahabatan
Daftar Episode:
» Episode 1 - Langit Mendung
» Episode 2 - Lari, Anna, Lari!
» Episode 3 - Perselisihan Nodoka dan Mayu
» Episode 4 - Petunjuk Pertama
» Episode 5 - Menguak Fakta (Tamat)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Artikel