BUNDESLIGA
Sabtu, 16 Desember 2017 – 21:30 WIB
Signal Iduna Park
o BORUSSIA DORTMUND
vs
TSG 1899 HOFFENHEIM
o
JADWAL PERTANDINGAN
Sabtu, 16 Desember 2017 – 21:30 WIB
Bundesliga
Borussia Dortmund TSG 1899 Hoffenheim
HIGHLIGHTS BUNDESLIGA
1. FSV Mainz 05 0 2 Borussia Dortmund

Sokratis 55'
Shinji Kagawa 89'

Minggu, 30 Oktober 2016

Agen SA-8F - Episode 6

Peringatan:
Cerita ini adalah karangan dari penulis dan sifatnya hanya fiksi. Tidak bermaksud merugikan pihak tertentu. Kenapa judulnya “Agen SA-8F”? “SA” adalah inisial dari nama Saiki Atsumi sedangkan “8F” adalah tanggal lahirnya, yakni 8 Februari.
Inspirasi:
Cerita ini terinspirasi dari para personel grup band beraliran hard rock dan heavy metal, yakni BAND-MAID.

【Agen SA-8F】



(Episode 6 - Target Operasi)

Rumah Atsumi.

“Payah!”

Atsumi—seorang mantan agen rahasia—sedang menyiapkan persenjataannya untuk menghadapi penyusup yang berhasil mengambil data penting di Departemen Pertahanan Denmark.

“Harusnya,”–Atsumi memilih pistol yang cocok, sambil menyaksikan berita di televisi–“mereka tidak boleh lengah sedikit pun.”

Dia bangkit dan berdiri, mematikan tayangan televisi. Sebuah kaca yang terletak di atas meja dihajarnya sampai hancur, bukti jika dirinya sedang marah.

Atsumi menghidupkan mesin mobil Volkswagen miliknya. “Lihat saja, aku pasti akan menangkapnya, siapa pun dia!”

Mobil yang dikendarainya melaju dengan akselerasi penuh.

♦—※—♦

Departemen Pertahanan Denmark.

Suasana mencekam masih dirasakan Miku dan teman-temannya. Tak satu pun dari mereka berani berkata dengan suara keras. “Dia semakin mendekat,” kata Kanami, lirih.

Misa mengintip dari belakang meja, pandangannya tertuju kepada sosok lelaki yang berdiri mencurigakan. “Siapa dia?”

Wajah yang samar-samar menyulitkan Misa untuk mengetahui orang yang berada di depannya. “Sial ... andai saja dia tak menggunakan penutup wajah, pasti sudah aku ketahui.”

Sang lelaki membuka penutup wajahnya. “Sepertinya aku akan aman jika berada di ruangan ini.”

“Alan?”–Liviana bangkit berdiri, keluar dari persembunyiannya–“apa yang sedang kau lakukan?”

Sosok lelaki tersebut ternyata adalah Alan—seorang yang bekerja di Departemen Pertahanan Denmark—tampak sedang menyembunyikan sesuatu di kantong celananya. “Liviana?”

“Apa itu yang kau sembunyikan?” Liviana memasang wajah curiga, lalu berjalan mendekatinya.

Alan mencoba mengartikan pertanyaan Liviana. Dia sadar jika Liviana sudah tahu tentang situasi yang sedang terjadi. “Itu bukan urusanmu!”

Liviana menghela napas panjang, matanya seakan tak berkedip. “Kembalikan benda itu,”–dia mengulurkan tangan kanannya–“cepat!”

“Tidak akan pernah,” bentak Alan, raut wajahnya berubah menjadi marah. “Sudah lama aku mencari data penting ini. Kini ... aku sudah berhasil mendapatkannya.”

“Aku tak percaya ini semua,”–mata Liviana berkaca-kaca, meneteskan air mata–“Alan ... ternyata kau?”

Apa ... kau pikir aku ini orang yang baik?” Alan berucap dengan nada tertawa. “Selama ini aku hanya berakting di depan orang-orang!”

Miku, Kanami, Misa, dan Achi kemudian menampakkan dirinya dari persembunyian. “Ternyata selama ini kau telah bersandiwara di depan kami semua, ya?” tambah Achi.

Alan mengambil pistol yang dia taruh di kantong celana bagian kiri. “Huh ... dasar orang-orang pengganggu!”

“Matilah kalian semua!” Alan menodongkan pistol ke arah Liviana, bersiap untuk menembak.

Miku terkejut. “Berhenti ...,”–dia melangkahkan kakinya mundur–“apa yang akan kau lakukan, Alan?”

Sebuah suara tembakan terdengar cukup keras. Pistol yang dipegang Alan jatuh ke lantai. Dia terkapar dengan kaki kiri yang terkena peluru. Kini tatapannya tertuju kepada seseorang di belakangnya.

Alan memegang kaki kirinya, menahan sakit. “Apa-apaan ini?”

“Atsumi ..., kau?” Miku terkejut, menatap ke arah Atsumi yang datang tiba-tiba.

Atsumi tersenyum, melihat Alan yang tak berdaya. “Sudah lama aku menunggu momen ini,”–tangannya masih dalam posisi memegang pistol–“kali ini kau tidak akan bisa kabur, Alan!”

“Begitu, ya?”–Alan bangkit, kembali mengambil pistol yang sempat terjatuh–“aku pikir kau sudah mengalami masa-masa sulit.”

Atsumi menerka-nerka maksud perkataan Alan. “Masa-masa sulit apa maksudmu?”

“Haha,”–Alan tertawa kecil–“apa kau lupa kejadian waktu itu yang membuatmu dikeluarkan dari organisasi ini?”

“Waktu itu ... aku ....” Atsumi menurunkan pistolnya, tatapannya menuju ke atas.

“Atsumi punya masalah apa di masa lalu, ya?” ucap Miku dalam hati.

“Kau lupa, Atsumi?” Alan berucap dengan nada meledek. “Kenapa seorang agen rahasia bisa salah tembak? Itu dia permasalahannya.”

“Diam kau ... Alan!” bentak Liviana, membela Atsumi.

Alan mengarahkan pistolnya ke arah Liviana, tanpa ampun, dia kemudian menembaknya. Sebuah tembakan mengenai lengan kiri Liviana. Liviana pun terpental jatuh dengan darah yang keluar membasahi bajunya.

“Aku pergi dulu!” Alan berlari meninggalkan ruangan tersebut. “Sampai jumpa lagi, ya.”

Atsumi yang melihat kebrutalan Alan menjadi sangat marah. “Kurang ajar!”–dia berlari mengejar Alan–“berhenti ....”

Liviana mengalami masa-masa kritis setelah mengalami penembakan yang dilakukan Alan, fisiknya pun melemah. “Tanganku,”–dia merintih kesakitan, mencoba menggerakkan tangan kirinya–“aduh ... berdarah!”

“Kak Livi ....” Misa berteriak, memberi motivasi. “Bertahanlah ... bagaimana ini?”

Kanami memegang bahu Liviana, kemudian merangkulnya. “Secepatnya kita bawa saja Liviana ke ruang medis!”

“Akan aku carikan dokter di tempat ini, ayo cepat ... cepat!” Miku berjalan lebih cepat dari biasanya, tak kuasa melihat keadaan Liviana yang kritis.

Misa hanya bisa meneteskan air mata setelah melihat keadaan kakaknya tersebut. “Kak Livi ....”

Achi mencoba menenangkan perasaan Misa. “Sudahlah, Misa,”–dia mengusap-usap pundak sahabatnya tersebut–“kuatkan dirimu!”

♦—※—♦

Sementara di tempat lain, Atsumi masih mengejar Alan. “Sial ... cepat sekali dia berlari,”–pandangannya fokus tertuju kepada Alan–“padahal kakinya sudah terkena tembakan.”

Atsumi mengarahkan pistolnya ke arah Alan, namun dia tidak akan sembarangan melepaskan tembakan. Salah satu penyebabnya adalah faktor trauma. Ketakutan akan salah tembak masih menghinggapi dirinya.

Alan yang mencoba kabur kala itu sudah dikepung beberapa tentara yang sudah disiagakan.

“Berhenti ....” Salah seorang tentara memberi peringatan, mengarahkan senjata laras panjangnya ke depan. “Jangan bergerak!”

Alan menghentikan langkah larinya. Dilihatnya sudah ada banyak tentara yang berdiri mengepung, sementara di belakang ada Atsumi.

Alan tertawa kecil. “Wah, wah ... aku terkepung.”

Atsumi berjalan perlahan, masih dalam posisi menembak. “Menyerahlah, Alan ... kau sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi.”

Alan menoleh ke belakang. “Atsumi, untuk apa kau membantu mereka?”–tangannya mengambil sesuatu di saku celananya–“bukankah kau sudah bukan lagi anggota di sini?”

“Diam ....” Atsumi sudah kehilangan kesabarannya.

“Kalian tahu ini apa?” Alan menunjukkan sebuah flashdisk yang dia curi dari Departemen Pertahanan Denmark. Flashdisk tersebut berisi data yang tidak boleh diketahui orang lain.

“Flashdisk?”–gerak bibir Atsumi bergetar–“jadi, kau akan mengancam kami?”

Gaya bicara Alan bernada jahat. “Ya, begitulah kira-kira.”

“Kau yang berada di sana, menyerahlah. Kau sudah kalah jumlah,” teriak tentara yang lain.

Alan melirik, “Berisik!”

Atsumi menurunkan pistolnya. Tatapannya seakan kosong. “Alan, aku bingung denganmu. Dulu kita adalah rekan satu tim. Berbagai misi rahasia juga telah kita jalankan. Tapi—”

“Tapi apa, Atsumi?” Alan berteriak, matanya melotot. “Kau masih belum sadar juga, ya?”

Atsumi menjawab, “Alan, kau adalah seorang pengkhianat!”

Bersambung ....

Tokoh Utama:
1. Saiki Atsumi (sebagai Agen “Atsumi” SA-8F)
2. Miku Kobato (sebagai Miku)
3. Kanami Touno (sebagai Kanami)
4. Misa (sebagai Misa)
5. Akane Hirose (sebagai Achi)
Pembuat:
Beňy
Genre:
Aksi, Petualangan, Teknologi, Intelijen
Daftar Episode:
» Episode 1 - Permulaan
» Episode 2 - Menuju ke Skandinavia
» Episode 3 - Lari, Miku!
» Episode 4 - Menyergap Marco
» Episode 5 - Miku Telah Kembali
» Episode 6 - Target Operasi
» Episode 7 - Krusial
» Episode 8 - Lepas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Artikel