BUNDESLIGA
Sabtu, 16 Desember 2017 – 21:30 WIB
Signal Iduna Park
o BORUSSIA DORTMUND
vs
TSG 1899 HOFFENHEIM
o
JADWAL PERTANDINGAN
Sabtu, 16 Desember 2017 – 21:30 WIB
Bundesliga
Borussia Dortmund TSG 1899 Hoffenheim
HIGHLIGHTS BUNDESLIGA
1. FSV Mainz 05 0 2 Borussia Dortmund

Sokratis 55'
Shinji Kagawa 89'

Jumat, 28 Oktober 2016

Agen SA-8F - Episode 1

Peringatan:
Cerita ini adalah karangan dari penulis dan sifatnya hanya fiksi. Tidak bermaksud merugikan pihak tertentu. Kenapa judulnya “Agen SA-8F”? “SA” adalah inisial dari nama Saiki Atsumi sedangkan “8F” adalah tanggal lahirnya, yakni 8 Februari.
Inspirasi:
Cerita ini terinspirasi dari para personel grup band beraliran hard rock dan heavy metal, yakni BAND-MAID.

【Agen SA-8F】



(Episode 1 - Permulaan)

Jakarta, Indonesia.

Siang hari yang panas tidak menyurutkan murid-murid di SMA Westfalier untuk sabar menunggu. Mereka menunggu pengumuman daftar nama siswa ataupun siswi yang terpilih untuk studi wisata ke luar negeri. SMA Westfalier akan mengadakan studi wisata sekaligus magang di daerah Skandinavia, sebuah tempat yang sangat jauh dari Indonesia. Hanya akan ada 4 orang yang terpilih dan berkesempatan melakukan studi wisata di sana. Di tes tahap ketiga ini masih menyisakan 10 murid. Di pengumuman tahap terakhir nanti akan disusutkan menjadi 4 murid yang lolos.

Setelah sekian lama menunggu, akhirnya Pak Guru datang membawa secarik kertas dan menempelkannya di papan pengumuman samping kelas 2-A. Dia pun langsung pergi begitu saja.

Ketika kertas yang dibawa Pak Guru sudah ditempelkan di papan pengumuman, banyak yang kecewa karena gagal ikut studi wisata. Keramaian di depan papan pengumuman kini menjadi berkurang setelah datang seorang siswi kaya raya dan sedikit sombong di sekolah.

“Kalian semua minggir!” ucap siswi kaya raya tersebut. Dia mendorong salah satu siswi di depannya sampai jatuh tersungkur.

“Hey, apa-apaan ini?” tanya siswi yang tadi terjatuh. Dia merasa tidak terima dengan perlakuan ini. Situasi memburuk setelah keduanya saling berkelahi.

Hanya karena hal sepele berujung pada perkelahian. Ini yang terjadi ketika Misa mendorong Achi tanpa sebab yang jelas. Keduanya kini jambak-jambakan dan ditonton murid lain. Betapa memalukannya kejadian ini. Tak lama setelah itu, datanglah Miku dan Kanami. Miku adalah siswi yang suka berdandan dan fashionista sedangkan Kanami dikenal karena sifat kepolosannya.

“Ada apa itu?” tanya Kanami kepada Miku penasaran.

“Sepertinya ada yang sedang berkelahi,” balas Miku yang saat itu sedang merias bibirnya menggunakan lipstick berwarna merah muda. “Ayo kita lerai mereka!”

Rambut Misa dan Achi acak-acakan setelah keduanya jambak-jambakan. Misa dan Achi memang tidak sekelas. Hal inilah yang membuat keduanya tidak akrab. Misa adalah siswi kelas 2-B sedangkan Achi adalah siswi kelas 2-A.

Miku dan Kanami datang melerai Achi dan Misa yang saat itu sedang terlibat perkelahian. Miku memegang tangan Achi sedangkan Kanami menahan pergerakan Misa.

“Berhenti, kalian ini kenapa, sih?” Miku meminta penjelasan dari Achi dan Misa yang terlibat perkelahian.

“Kalau saja dia tidak mendorongku sampai jatuh, tentu tidak akan terjadi perkelahian seperti ini,” ucap Achi menatap tajam ke arah Misa.

“Itu karena kau menghalangi papan pengumumannya,” balas Misa yang masih mengajaknya untuk berkelahi. Tapi dia tidak bisa bergerak leluasa karena kedua tangannya dipegang Kanami dari belakang.

“Sudah, sudah. Sebaiknya kalian berdua saling minta maaf saja. Jangan memalukan SMA Westfalier. Sekolah kita ini adalah sekolah terhormat.” Miku mencoba mendamaikan Achi dan Misa.

Misa kemudian berjabat tangan dengan Achi, namun Achi tetap menunjukkan raut wajah yang masih tidak terima. Misa juga begitu, dia memperlihatkan rasa tak peduli.

Kini hanya ada empat siswi yang berada di depan papan pengumuman. Murid lain pergi karena sudah tahu hasil tes yang terpampang di papan pengumuman.

“Kanami, tolong baca siapa saja yang lolos di tahap terakhir ini!” Miku meminta Kanami untuk melihat nama-nama yang lolos tes.

“Baiklah, akan aku lihat dulu.” Kanami berjalan mendekat ke papan pengumuman. Betapa terkejutnya dia ketika nama yang tertulis adalah Miku, Achi, Misa, dan dirinya sendiri. Kanami membalikkan badannya. Dia tersenyum manis sehingga membuat teman-temannya menjadi penasaran.

Miku merasa curiga, kemudian bertanya, “Kau kenapa, Kanami? Kenapa tersenyum? Siapa saja yang lolos di tahap terakhir?”

“Kalian mungkin tidak akan percaya,” kata Kanami sedikit memberi kejutan. “Empat orang yang lolos di tes tahap terakhir adalah ... kita semua,” lanjutnya.

Misa bertanya, “Apa? Ini pasti terjadi kesalahan. Jadi, besok aku akan studi wisata bersama orang yang sok imut, sok galak, dan sok cantik ini, begitu?”

Empat orang sudah terpilih. Mereka adalah Miku (2-C), Kanami (2-C), Achi (2-A), dan Misa (2-B). Nantinya, mereka akan melakukan studi wisata di daerah Skandinavia, sebuah tanjung yang diisi negara Norwegia, Swiss, dan ditambah Denmark.

Hari berikutnya, Pak Guru mengadakan pertemuan dengan 4 siswi terpilih yang akan melakukan studi wisata ke luar negeri. Pertemuan digelar di sebuah ruang perpustakaan. Betapa terkejutnya dia setelah mengetahui siswinya berperilaku aneh. Dengan menggunakan cermin, Miku masih merias wajahnya, Achi tidur di atas meja, Misa masih bermain dengan ponselnya, dan Kanami sedang melamun.

“Apa benar mereka adalah siswi yang terpilih untuk melakukan studi wisata?” kata Pak Guru dalam hati. Dia mengamati siswinya yang berperilaku aneh.

Pak Guru berpura-pura sedang batuk. “Uhuk, uhuk ... sudah selesai? Apakah saya boleh bicara sekarang?”

Miku, Kanami, Achi, dan Misa sontak kaget. Mereka tidak menyadari keberadaan Pak Guru yang saat itu sedang berada di dekatnya. Pak Guru merasa bingung dengan apa yang akan dia katakan. Rasa tidak yakin menghinggapi dalam dirinya kepada empat siswi ini. Betapa tidak, dia berharap siswi yang akan melakukan studi wisata adalah siswi yang benar-benar bisa menjaga wibawa. Namun justru sebaliknya, empat siswi ini mempunyai karakter khasnya masing-masing.

“Jadi begini, saya akan membacakan tugas untuk kalian berempat saat studi wisata sekaligus magang di wilayah Skandinavia. Saya ingin kalian membuat laporan tentang sistem kerja pemrograman komputer di Departemen Pertahanan Denmark, tepatnya di Kopenhagen. Kalian paham?” tanya Pak Guru, memperjelas.

“Siap, Pak!” balas Miku sambil tersenyum. Dia memasukkan lipstick ke dalam tasnya.

“Saya berpesan kepada kalian untuk menjaga sikap,” pinta Pak Guru dengan harapan tinggi.

Miku, Kanami, Achi, dan Misa adalah murid dengan nilai terbaik dari keseluruhan murid di kelas 2 SMA Westfalier. Namun, sikap yang kadang-kadang berubah membuat guru yang mengajar menjadi khawatir.

Waktu sudah memasuki pukul 14:04 WIB. Pak Guru sudah meninggalkan ruang perpustakaan. Kanami menatap teman-temannya yang berada di sampingnya. Dia merasa jika hubungan persahabatan mereka berempat tidak akan harmonis.

“Hei, kenapa kau menatapku dengan tatapan aneh seperti itu?” Misa bertanya kepada Kanami, kemudian meletakkan ponselnya. Dia menunggu jawaban dari Kanami.

Kanami tidak langsung menjawab. Dia justru mengalihkan pandangannya ke rak-rakan buku di samping kirinya. “Eh, tidak,” ucapnya lirih.

Tak terasa waktu sudah menjelang sore. Kini tiba saatnya untuk mereka berempat pulang ke rumah masing-masing. Tanpa ada salam khusus, mereka mengakhiri pertemuan dengan sifat yang dingin.

Bersambung ....

Tokoh Utama:
1. Saiki Atsumi (sebagai Agen “Atsumi” SA-8F)
2. Miku Kobato (sebagai Miku)
3. Kanami Touno (sebagai Kanami)
4. Misa (sebagai Misa)
5. Akane Hirose (sebagai Achi)
Pembuat:
Beňy
Genre:
Aksi, Petualangan, Teknologi, Intelijen
Daftar Episode:
» Episode 1 - Permulaan
» Episode 2 - Menuju ke Skandinavia
» Episode 3 - Lari, Miku!
» Episode 4 - Menyergap Marco
» Episode 5 - Miku Telah Kembali
» Episode 6 - Target Operasi
» Episode 7 - Krusial
» Episode 8 - Lepas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cari Artikel